Ya Tuhan! RSU Negara Kehabisan Gas Oksigen, Ruang ICU Penuh

Persindonesia.com Jembrana- Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Jembrana pada umumnya di Pulau Bali, di musim PPKM Darurat menyebabkan kelangkaan gas oksigen di RSU Negara. Kelangkaan juga terjadi di seluruh Bali.

Terjadi lonjakan kasus covid di Jembrana sehingga pemerintah pusat memberlakukan PPKM Darurat. Pengiriman oksigen dari pusat pun semakin berkurang, diyakini akibat lonjakan kasus di setiap daerah, kebutuhan oksigen di kian meningkat, sehingga terjadi kekosongan di daerah-daerah.

Munajat dan Virtual Takbir Nasional “Mengetuk Pintu Langit”

Hingga saat ini pasien Covid-19 yang dirawat RSU Negara semakin naik, ruang ICU juga penuh sehingga pasien yang membutuhkan oksigen di pindah ke ruangan isolasi. Akibat lonjakan pasien covid membuat oksigen semakin menipis dan habis.

Saat di konfirmasi awak media, Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH mengatakan, bertepatan hari Raya Idul Adha, pihaknya tidak bisa membendung, dikarenakan hari raya pasti ada yang datang silahturahmi. “Mudah-mudahan mereka tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya. Selasa (20/7/2021).

Ikuti Himbauan, Wakil Walikota Tegal Lakukan Sholat Idul Adha 1442 H di Rumah Dinas

Pihaknya juga sudah antisipasi, 7 hari setelah hari raya, mengacu pada pengalaman tahun lalu pasti ada lonjakan, sehingga pihaknya sudah mempersiapkan hal-hal kemungkinan yang terburuk terjadi. “Kita sudah pusing terkait urusan kapasitas untuk kamar pasien isolasi. Selain itu, kamar jenazah juga penuh, parahnya lagi oksigen juga ikut kosong,” ungkapnya.

Kekosongan oksigen di RSU Negara, pihaknya minta bantuan oksigen dari berbagai tempat, akhirnya membuahkan hasil. “Saya sama bapak Kapolres dan bapak Danyon langsung menjemput tabung oksigen di Banyuwangi kemarin malam, sehingga pasien covid mendapatkan oksigen kemarin malam hingga siang ini,” ujarnya.

Babinsa Koramil 414-04/Membalong Bersama Bhabinkatimas Gelar Pam Sholat Idul Adha

Untuk memenuhi lagi stok oksigen di RSU Negara yang hampir habis, Bupati Tamba juga minta bantuan kepada Asosiasi Migas. “Hari ini kita minta bantuan kepad teman-teman di asosiasi migas, hasilnya mereka sudah menyiapkan, tadi juga bapak Gubernur Bali menelpon bahwa oksigen sudah berangkat dari Denpasar menuju RSU Negara,” terangnya.

Bupati Tamba berharap agar masyarakat tetap taat dan disiplin mengikuti protokol kesehatan. “Kalau masyarakat tidak taat dan disiplin dengan dirinya, kita takut PPKM ini akan dilanjutkan kapan selesainya. Kita juga prihatin, dengan teman-teman perawat dan dokter di rumah sakit, mereka juga manusia, mereka juga capek dan payah, mereka juga punya batas kemampuan. Mari taati prokes dan sayangi diri dan keluarga segera ikuti vaksin,” tegasnya.

Jajaran Koramil 414-01/Tanjungpandan Potong Hewan Qurban

Ia juga menggambarkan, sebanyak 23 orang pasien covid meninggal, hanya 1 orang yang sudah di vaksin itu pun baru dosis 1. “Coba lihat di luar negeri, tonton pertandingan sepak bola, para penonton juga berdesakan, mereka tanpa masker dikarenakan mereka disiplin mengikuti vaksin, sehingga kekebalan tubuhnya bagus, mari kita tiru,” ucapnya.

Sementara itu Dirut RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati mengatakan, kondisi riil hari ini krisis oksigen, kelangkaan oksigen terjadi di minggu-minggu ini, kondisi ini tidak normal, dikarenakan pasokan tidak ada dan kebutuhan oksigen meningkat dikarenakan lonjakan pasien covid yang membutuhkan oksigen.

Dandim 0414/Belitung Berbagi Hewan Qurban Ke Pondok Pesantren Darul Arofah

“Terkait hal tersebut kita berusaha ada stok, menunggu liquid datang. Atas bantuan bapak bupati mulai tadi malam stok oksigen kita habis. Dan tadi malam kita mendapatkan gas oksigen untuk bertahan sampai hari ini,” uraiannya.

Bantuan gas oksigen tersebut, imbuh Eka, sebanyak 34 tabung langsung di pasang di central, setiap central berisi 6 tabung besar bertahan sampai 2 atau 3 jam. “Hari ini juga kami minjam di Kabupaten Tabanan sebanyak 10 tabung gas oksigen dan juga di rumah sakit lainnya sehingga punya stok 15 tabung oksigen. Itu bisa bertahan sampai hari ini,” ucapnya.

Wakapolda Bali Cek Pos Sekat PPKM Darurat Masceti

Lebih jelasnya Eka mengatakan, pasien covid memerlukan tekanan gas oksigen tinggi, disamping itu juga pihaknya merawat pasien lainnya yang bukan covid. Pihaknya menghabiskan oksigen perharinya mencapai 1 ton. Dimana pada saat normal hanya menghabiskan 783 kubik, untuk sekarang perhari menghabiskan 1 ton kurang dari 20 jam.

“Untuk meminimkan penggunaan oksigen kita akan meminimkan tindakan-tindakan seperti operasi yang tidak emergency agar ditunda dulu pelaksananya, mudah-mudahan seperti kata bapak bupati, sore ini akan kedatangan tambahan oksigen liquid,” tutupnya.. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *