Persindonesia.com Jembrana – Lamanya pandemi Covid-19 dan disertai dengan diberlakukannya PPKM Level III, tidak menyurutkan langkah pimpinan daerah Kabupaten Jembrana mencari bantuan pihak ketiga atau pun pemerintah, untuk berupa bantuan sembako untuk masyarakat Jembrana. Hal tersebut dikarenakan minimnya PAD kabupaten yang paling barat di Pulau Bali ini.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Patriana Krisna serta dibantu oleh semua OPD Pemkab Jembrana, secara maraton di masa pandemi ini, mencari trobosan melobi berbagai pihak untuk mendapatkan bantuan.
Beberapa pengusaha asal Jembrana juga ikut membantu, bahkan Bupati Jembrana sampai ke Jakarta melobi kolegannya yang merupakan pembisnis, untuk mendapatkam bantuan sembako. Hal tersebut agar bantuan yang dibutuhkan masyarakat Jembrana tetap terpenuhi dimasa pandemi ini.
Usaha tersebut, membuahkan hasil, sebanyak kurang lebih 18.8 ton beras yang sudah menjadi paket masing-masing 10 kilogram dari pihak swasta maupun pemerintah berhasil didapatkan. “Sampai hari ini kita mempunyai beras sebanyak kurang lebih 18.8 ton, yang sudah kita paket menjadi masing-masing 10 kilogram termasuk bantuan Pemprov Bali,” terangnya. Rabu (28/7/2021).
Pemprov Bali Terima Bantuan 50.000 Masker BNBP RI
Bupati Tamba juga menuturkan, sebagian dari bantuan pemerintah, dirinya untuk memperjuangkan masyarakat Jembrana sampai ke Jakarta, untuk melobi para kolegannya dari pembisnis, agar di masa PPKM ini masyarakat mendapat bantuan beras.
“Minimnya PAD Jembrana, kami terus berjuang supaya masyarakat yang memang belum sama sekali mendapat bantuan, agar mereka bisa juga menikmati bantuan. Jika nanti akan disebar, kami akan teliti lagi supaya, yang sebelumnya mendapat bantuan BLT, BUPN dan lainnya biar tidak orang-orang itu saja mendapatkan,” ucapnya.
Bunda PAUD Ny. Putri Koster Sapa Anak-Anak Lewat Dongeng
Tamba prihatin, ada beberapa masyarakat yang memang benar-benar tidak dapat bantuan dan tidak tersentuh oleh petugas. “Saya kesana kemari sampai ke Jakarta mengunjungi teman-teman, astungkara (alhamdulilah), mereka bersedia menyumbang beras kepada kita,” ujarnya.
Lebih jelasnya tpTamba mengatakan, Untuk itu, pihaknya akan menyasar masyarakat yang memang tidak pernah merasakan bantuan apa-apa. “Harap dimaklumi kami sudah berusaha semaksimal mungkin, bantuan ini tidak cukup, mengingat jumlah penduduk kita lebih dari 300 ribu orang. Keadilan dalam hal ini memang tidak mungkin terjadi, akan tetapi, paling tidak mereka merasa bahwa pemerintah adil, walaupun ada yang tidak dapat,” tutupnya.






