Tenaga Kesehatan RS Bhayangkara Denpasar Disuntik Vaksin Moderna

Persindonesia.com Denpasar – Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar mulai melakukan vaksinasi dosis ketiga bagi tenaga kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Pendukungnya di lingkungan RS Bhayangkara Denpasar di Gedung Prasanti Rucita Grihasta RS Bhayangkara Denpasar. Kamis (5/082021).

Sebanyak 140 orang Tenaga kesehatan meliputi Dokter,perawat, Bidan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, dan tenaga administrasi sampai cleaning servis mendapatkan vaksinasi dimana pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Karumkit Bhayangkara Denpasar Pembina TK I dr. Ni Made Murtini, MARS dan Wakarumkit Bhayangkara Denpasar Kompol I Made Jaya,A.M.K.,S.S.,M.M.

Pemkab Jembrana Kembali Refocusing, Antisipasi Keadaan Darurat dan Krisis

Karumkit dr. Ni Made Murtini menyebutkan, vaksinasi ketiga untuk para nakes itu menggunakan vaksin Moderna sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.01/I/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan Dan Tenaga Penunjang Yang Bekerja Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“ Harapan saya agar semua nakes segera divaksinasi vaksin Moderna ini, apalagi untuk virus varian Delta ini dibutuhkan imunitas kuat terutama saat menghadapi pasien positif Covid -19 Secara langsung,” Katanya.

Kapolda Berikan Semangat Masyarakat Ciptakan Herd Immunity di Jatim

dr. I Kadek Susila Susila Surya Darma,Sp.JP, salah satu dokter spesialis yang selesai divaksinasi vaksin Moderna menyampaikan gejala yang timbul biasanya rasa pegal-pegal di tempat daerah penyuntikan.

“Sejauh ini vaksin moderna aman bedanya dengan Sinovac platformnya inactivated virus, sedangkan Moderna pakai platform mRNA-1237 jadi secara syarat saya rasa ini yang paling baik,” ucap dr. Susila.

Update Penanggulangan Covid-19 Di Bali, Kamis 5 Agustus 2021

Lebih lanjut disampaikan setelah vaksinasi Moderna sebaiknya menghindari olah raga berat selama 7 hari ini anjuran dari MOH-Ministry of Health Singapura untuk yang menerima vaksin mRNA karena disana ada 12 laporan kejadian miokarditis dan pericarditis dan 1 laporan kasus cardiac arrest pasca vaksinasi mRNA, yang kemungkinan berkaitan dengan aktivitas fisik berat.

Sebagai informasi mekanisme skrining, alur pelayanan dan observasi pelaksanaan vaksinasi ini dilaksanakan sesuai dengan teknis vaksin Sinovac maupun Astra Zeneca serta tetap mematuhi protokol kesehatan. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *