Persindonesia.com Kandangan.Hulu Sungai Selatan (HSS) – Kabar duka KH Muhammad Ridwan bin Tuan Guru Hasan Baseri yang dikenal dengan sebutan Guru Ridwan atau Guru Kapuh, meninggal dunia, Rabu (11/8/2021)
Guru Ridwan adalah pimpinan dari Majelis Taklim Al-Hidayah terletak di Desa Kapuh Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Tips Sehat TNI Kodim 0713 Brebes , Tetap Bugar di Masa Pandemi Covid-19
Pantauan awak media dilokasi. Kabar meninggalnya ulama yang menjadi panutan warga banua tersebut, beredar cepat di media sosial. Banyak masyarakat banua tidak percaya dengan kabar duka yang tersisa.,
Almarhum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.05 WITA setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Hasan Basry Kandangan karena menderita sakit.
Babinsa Koramil 414-04/Membalong Cek Irigasi Sawah Desa Tanjung Rusa
Ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai kalangan. Terlihat saat awak media berada di rumah duka. Ucapan duka cita datang dari Kapolda Kalimantan Selatan, IRJEN POL, Drs RIKWANTO, SH., M Hum. Dan Kapolres HSS. AKBP SUGENG PRIYANTO.,S.I.K, serta dari Dandim 1003/HSS. LETKOL. ARM DEDY SOEHARTONO. S.I.Pem.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih sebesar besarnya kepada masyarakat kandangan HSS, dan khususnya warga Kalimantan selatan, atas doa dan ucapan duka cita kepada almarhum,” guru Ridwan,” ujar perwakilan keluarga almarhum Muhdi.
Dugaan Malpraktek Pasien, Begini Info dari Humas RS Adam Malik
Kepergian Guru kapuh yang begitu cepat, membuat banyak jemaah yang menangis saat kabar duka mereka ketahui dari sanak saudara. Salah satunya warga Martapura Kabupaten Banjar. Faridah sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Dengan cepat bersama keluarga berangkat menuju kota Kandangan, ibukota kabupaten hulu sungai selatan, yang berjarak kurang lebih 100 kilometer.
Mengutip situs gurukapuh.com, Majelis Taklim Al-Hidayah terletak di Desa Kapuh Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan ibukotanya Kandangan.
TNI AL Tangkap Kapal Ikan Vietnam di ZEEI Laut Natuna Utara
Majelis ini mulai membuka pengajian sejak tahun 2005 yang dipimpin oleh seorang ulama yang cukup karismatik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin yaitu KH Muhammad Ridwan bin Tuan Guru Hasan Baseri yang dikenal dengan sebutan Guru Ridwan atau Guru Kapuh.
Pengajian di tempat ini mulai ramai didatangi jamaah semenjak wafatnya Ulama karismatik Kalimantan Selatan K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar.
Koramil 08/Duren Sawit Kerja Sama Dengan DKM Masjid Al-Fatah Gelar Vaksinasi
Kepergian Guru Sekumpul menyisakan kenangan yang sangat dalam di hati masyarakat Kalimantan Selatan khususnya, sehingga menimbulkan kerinduan akan petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang pernah ia sampaikan.
Untuk mengisi kekosongan inilah, murid-murid dari KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani tampil ke tengah masyarakat meneruskan perjuangan dakwah Sang Guru untuk memberikan pencerahan kepada umat dengan membuka majelis taklim atau pengajian di tempat masing-masing.
Sebagaimana diketahui bahwa KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani banyak memiliki murid-murid pilihan yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Selatan, seperti alm KH Ahmad Bakeri Gambut, KH Asmuni Danau Panggang, KH Bahran Jamil Barabai, KH Ahmad Juhdiannor Banjarmasin dan sebagainya.
Mereka menyampaikan pengajian sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Sang Guru, baik dari segi materi maupun kitab yang dibacakan.
Hendak Nyandar, Jukung Sekar Mawar Terbalik Dihantam Ombak Besar, 1 Orang Hilang
Salah satu murid dari KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang berdomisili di Kandangan adalah KH Muhammad Ridwan Baseri yang juga meneruskan jejak gurunya, dalam berdakwah dengan membuka majelis taklim di masjid dekat tempat tinggalnya secara umum dan terpusat di tempat itu.
Karena sebelumnya ia juga sudah mengisi pengajian di beberapa tempat baik langgar/musala dan tempat-tempat lainya, tapi hanya untuk kalangan terbatas jamaah langgar/musala tersebut.
Sasar Pasar Tradisional, Polsek Tegallalang Bagikan Masker
Sejak tahun 2005 almarhum kemudian memutuskan untuk membuka pengajian yang terfokus di satu tempat yaitu di Masjid Al-Hidayah Desa Kapuh. Almarhum pun berhenti mengisi pengajian-pengajian kecil di seluruh langgar (musala) yang ada di Hulu Sungai Selatan.
Secara otomatis seluruh pengajian yang sebelumnya ia datangi di beberapa tempat menyatu di Masjid Al-Hidayah, sehingga pengajian yang almarhum adakan menjadi semarak dan Majelis Taklim tersebut diberi nama Al-Hidayah sesuai nama masjid tempat pengajian berlangsung.
Rising Star Indonesia Dangdut, Karakter Suara Ali Bikin Penonton Ambyarr
Sejak tahun 2005 hingga sekarang di Majelis Taklim Al-Hidayah telah menamatkan beberapa kitab yang sebagian besar berisi ajaran tasawuf dan sudah pernah diajarkan di pengajian Guru Sekumpul Martapura, karena menurut KH Muhammad Ridwan Baseri, tujuan membuka Majelis Taklim Al-Hidayah ini hanya untuk mengulang dan melanjutkan pengajian di Sekumpul.
Sedangkan untuk saat ini kitab yang diajarkan dan wirid yang dibaca sebelum pembacaan kitab adalah :
a. Malam Jum’at membaca Kitab al-Hikamkarya Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, yang didahului dengan pembacaan Burdah.
b. Sore Jum’at membaca Kitab Ihyâ Ulûm ad-Dînkarya Imam Al-Ghazali, yang didahului dengan pembacaan Ratib Al-Aththas.
c. Minggu pagi membaca Kitab Melayu Penawar Bagi Hati karya Syekh Abdul Qadir bin Abdul Mutholib Al-Mandili, yang didahului dengan pembacaan Maulid Simthu ad-Durar (Maulid Habsyi).
Selain itu, setiap bulan Rajab di Majelis Taklim Al-Hidayah juga dilaksanakan haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), yaitu beberapa hari setelah haul akbar di Sekumpul Martapura.
Sebagai pengisi acara adalah rombongan dari Sekumpul Martapura yang biasa mengisi pembacaan maulid dan tahlil pada acara haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani di Langgar Ar-Raudhah Sekumpul, kadang-kadang dihadiri pula oleh kedua putra KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, Muhammad Amin Badali dan Muhammad Hafi Badali.
Rising Star Indonesia Dangdut, Karakter Suara Ali Bikin Penonton Ambyarr
Peringatan haul di tempat ini sudah berlangsung sejak haul pertama KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani hingga sekarang dan setiap tahun jamaah yang hadir semakin bertambah banyak. (faris)






