Diingatkan Tak Mencebur karena Tak Bisa Berenang, Pelajar Asrama di Jembrana Tewas Tenggelam

Persindonesia.com Jembrana – Niat mandi di bendungan irigasi bersama dua temannya berujung petaka bagi I Made Negara (15). Remaja asal Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana itu meninggal dunia setelah tenggelam di bendungan irigasi Banjar Rangdu, Rabu (3/6/2026) siang.

Korban yang diketahui merupakan siswa asrama pada Yayasan Anak-Anak Pohsanten. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban bersama dua temannya pergi ke bendungan irigasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari asrama.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima dari nenek korban. Ia menuturkan Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 13.00 Wita korban bersama dua rekannya berangkat menuju bendungan menggunakan sepeda.

Pemkot Pangkalpinang Percepat Verifikasi Data Penerima BSPS

“Setibanya di lokasi, kedua temannya duduk di tepi bendungan sisi barat, sementara korban membuka pakaian di dekat pintu air bendungan dan bersiap untuk terjun ke dalam air,” terangnya.

Sebelum melompat, lanjut Sartika, kedua temannya sempat melarang korban karena diketahui tidak bisa berenang. “Mereka mengingatkan korban dengan mengatakan, “Do mecebur ci, awak sing bise ngelangi” (Jangan mencebur, kamu tidak bisa berenang). Namun korban hanya menggelengkan kepala dan tetap melompat ke dalam bendungan,” jelasnya

Tak lama setelah berada di dalam air, korban terlihat meronta-ronta. Salah seorang temannya kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan ikut terjun ke air. “Upaya penyelamatan tersebut gagal karena korban terus meronta hingga pegangan saksi terlepas dan korban tenggelam,” ucapnya.

Satu Siswa SMP di Jembrana Tak Lulus, Absen 90 Hari dan Tak Punya Nilai Akademik

Melihat kejadian itu, imbuh Sartika, salah satu teman korban bergegas kembali ke asrama untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada pengelola yayasan. Setelah menerima laporan, pihak yayasan segera menghubungi Tim SAR Kabupaten Jembrana,

“Sekitar pukul 15.30 Wita, Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan pada pukul 16.10 Wita dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya

Lebih jelasnya Sartika mengatakan, Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU Negara untuk penanganan lebih lanjut. “Kami masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut,” pungkasnya. TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *