Persindonesia.com Jembrana – Penerapkan PPKM Darurat menyebabkan pembelajaran tatap muka untuk siswa SD, SMP dan SMA/SMK kembali di berhentikan, dimana sebelumnya tatap muka diberlakukan sebelum PPKM Darurat.
Seperti halnya di Kabupaten Jembrana penerapan pembelajaran secara online kembali terjadi setelah diterapkannya PPKM Darurat Jawa Bali dimana kasus Covid-19 kembali meningkat, hal tersebut kembali menyebabkan kekecewaan dari orang tua siswa maupun siswa itu sendiri.
Saat dikonfirmasi awak media Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, sebenarnya pembelajaran tatap muka sudah diberlakukan sejak sebelum diberlakukannya PPKM Darurat ini. Akan tetapi setelah adanya peningkatan kasus Covid-19, pembelajaran tatap muka kembali diberhentikan.
“Pada saat ini Kabupaten Jembrana masih diberlakukannya PPKM level 4, nanti kita menunggu agar PPKM Level 2 di berlakukan sehingga pembelajaran tatap muka di sekolah kembali diterapkan,” terangnya, Selasa (14/8/2021).
Polsek Bukit Intan Monitoring Vaksinasi, Peserta Didik Di Wilayah Pangkalpinang
Sebenarnya, lanjut Tamba, banyak orang tua murid sangat mendukung dalam hal ini. Sementara pembelajaran during selalu diikuti oleh anak-anak. Untuk pembelajaran tatap muka sudah memenuhi kriteria, dimana para guru dan murid di Jembrana sudah 95 persen tervaksin. “Ya kita masih menunggu PPKM Level 2 baru kita jos,” ucapnya.
Sementara Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana, Ni Nengah Wartini menambahkan, untuk anak sskolah semua sudah tervaksin dengan capaian 65 persen. Untuk sekolah sebenarnya sudah ingin melakukan pembelajaran tatap muka, itu pun bisa dilakukan dengan jam yang terbatas.
Bupati Tinjau Pelaksanaan Tes Guru Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K)
“Terkait dengan sistem pembelajaran selama PPKM ini, banyak hal juga yang harus kita rubah, yang awalnya belajar jarak jauh dengan metode siswa yang menchat gurunya sebagai bukti kelengkapan pelajaran. Metoda ini akan kita rubah secara perlahan,” ujarnya.
Wartini melanjutkan, pola belajar pada saat pembelajaran tatap muka nanti, siswa bisa langsung bertanya. Siswa nanti akan masuk separuh dan separuh di rumah. Dengan sistem bergulir ada metode pembelajaran jarak jauh ada yang tatap muka.
Dukung Program Pencegahan Covid -19, Babinsa 05 Suradadi Kodim 0712 Tegal Giat Pelaksanaan Vaksinasi
“Dalam hal ini 50 persen siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh dan 50 persen pembelajaran tatap muka, hal ini seperti yang diterapkan pada saat dimulainya pembelajaran tatap muka sebelum PPKM Darurat. Sehingga penyelesaian mapel (mata pelajaran) akan lebih ringan dan siswa lebih aktif. Dengan harapan mapel bisa cepat terselesaikan sesuai target belajar,” tutupnya. (sb/ed27)






