Persindonesia.Com, Klungkung – Kandang ayam pedaging (Broiler) milik I Wayan Membah (64) asal Dusun Tengah, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Ludes Terbakar, pada hari Kamis (15/1/2026) pukul 04.00 WITA. Akibat kebakaran yang terjadi menyebabkan pemilik kandang mengalami kerugian hingga kurang lebih 1 milyar.
Berdasarkan informasi yang terhimpun kronologis kebakaran diketahui berawal saat saksi I Made Rani Kesuma Wijaya (pekerja kandang ayam) sekitar pukul 04.00 WITA mendapati aliran listrik di kandang tiba-tiba padam. Kemudian setelah saksi melakukan pengecekan, ditemukan kabel utama listrik terputus serta mengeluarkan percikan api, sementara bagian kandang sebelah timur telah terbakar.
Baca Juga :Â Tak Kuat Nanjak, Mobil Pick Up Terguling di Jalan Penasan Menuju Anjingan
Selanjutnya saksi Made Rani membangunkan I Wayan Membah (pemilik kandang) yang tengah tidur tidak jauh dari lokasi kebakaran (TKP). Mengetahui kebakaran tersebut, pemilik kandang bersama saksi I Made Rani berupaya melakukan pemadaman api secara manual dengan alat seadanya sembari menuggu kedatangan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klungkung dan Polsek Banjarangkan.
Kemudian sekira pukul 05.15 WITA, personil Polsek Banjarangkan bersama 3 unit mobil Damkar Klungkung tiba di TKP dan segera melakukan upaya pemadaman serta pendinginan. Dan api berhasil dipadamkan pada pukul 06.15 WITA.
Kapolsek Banjarangkan, AKP I Ketut Budiarsana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. “Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.15 WITA, situasi kembali aman dan kondusif”, ujarnya.
Kata Kapolsek, akibat kebakaran yang terjadi menyebabkan bangunan kandang ayam beserta 8.000 ekor bibit ayam broiler, 4 sak pakan ayam dan 1 unit kompor penghangat ludes terbakar. Dengan total kerugian material kurang lebih Rp. 1 milyar.
Baca Juga :Â Kebakaran Ludeskan Kandang Ayam Warga Sama Tembuku, Pemilik Merugi Hingga 1,5 Milyar
“Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik pada kabel utama kandang dan menyambar material kandang yang mudah terbakar ditambah keberadaan kompor penghangat, sehingga mempercepat penyebaran api”, tandasnya. (*)






