PERSINDONESIA.COM – Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi meletakkan batu pertama (Groundbreking) pembangunan Gedung Gizi dan Power House Rumah Sakit Daerah (RSUD) Klungkung. Turut hadir pada kegiatan yang berlangsung, Jumat (14/8/2026) tersebut Ny. Eva Satria, perwakilan Forkopimda Klungkung, dan jajaran Kepala OPD terkait.
“Adapun total investasi untuk kedua fasilitas tersebut mencapai lebih dari Rp19 miliar, dengan rincian pembangunan Gedung Gizi dianggarankan sebesar Rp13 miliar lebih dan gedung Power House sebesar Rp6 miliar,” terang Direktur RSUD Klungkung, I Nengah Winata pada kesempatannya.
Baca Juga : Catat! Per 1 September 2026 Pemkab Klungkung Patok Tarif Retribusi Wisman dan Wisdom ke Nusa Penida
Lebih lanjut disampaikan, untuk pembangunan Gedung Gizi dikerjakan oleh PT Sultan Sukses Mandiri selaku kontraktor pelaksana dan PT Kencana Adhi Karma sebagai konsultan perencana, serta sebagai konsultan pengawas CV Studio Kotak. Pengerjaan proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 166 hari.
“Sementara untuk pembangunan gedung Power House digarap oleh kontraktor PT Jenssen Natama Abadi dengan melibatkan PT Nusa Dewata Gemilang dan CV Asti Disain sebagai konsultan perencana dan pengawas. Proyek kelistrikan ini ditarget rampung dalam waktu 160 hari,” jelas Winata
Sementara dalam arahannya, Bupati Klungkung I Made Satria menekankan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan bukan sekadar mendirikan bangunan fisik. Ia menggarisbawahi pentingnya rasa memiliki (sense of belonging) dari seluruh jajaran rumah sakit terhadap fasilitas tempat mereka bekerja.
Pembangunan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau manajemen rumah sakit. “Setelah bangunan ini berdiri, yang paling penting adalah bagaimana kita semua memiliki rasa memiliki, menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Made Satria.
Menurut Bupati Satria, rasa memiliki tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan, merawat fasilitas, menggunakan sarana secara bertanggung jawab, hingga memberikan pelayanan yang profesional, cepat, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Selain itu, fasilitas yang dibangun dengan anggaran pemerintah pada hakikatnya adalah aset masyarakat. Oleh karena itu, RSUD Klungkung memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan fasilitas tersebut memberikan manfaat yang maksimal.
“Jangan sampai setelah pembangunan selesai, kita hanya bangga karena memiliki gedung baru. Kebanggaan yang sebenarnya adalah ketika gedung ini mampu memberikan manfaat, pelayanan menjadi lebih baik, dan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ungkapnya.
Baca Juga : Hadiri Survei Re-Akreditasi RSUD Klungkung, Bupati Satria Harap Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Kata Bupati Satria, pembangunan kedua fasilitas ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan harapan RSUD Klungkung semakin siap mewujudkan pelayanan kesehatan paripurna menuju Klungkung Mahottama.
Dengan kehadiran Gedung Gizi nantinya diharapkan dapat memperkuat pelayanan gizi pasien serta mendukung penyelenggaraan makanan yang aman, bermutu, dan sesuai standar. Sementara, Power House dibangun untuk memperkuat sistem pendukung kelistrikan dan utilitas demi menjaga kesinambungan pelayanan rumah sakit.
“Kita harus memiliki rasa optimis dan ketulusan, sehingga apa yang diharapkan demi kemajuan pelayanan kesehatan ini bisa terwujud. Peletakan batu pertama ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen RSUD Klungkung untuk menjadi semakin profesional,” pungkasnya.(*)






