Persindonesia.com Jembrana — Kepulan asap tiba-tiba muncul dari rumah semi permanen milik I Wayan Keramas alias Kakek Mangku (76) di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jumat (14/8/2026) siang. Tak lama berselang, api membesar dan melalap seluruh bangunan berukuran 6,5 x 5 meter tersebut.
Musibah itu tidak hanya membuat Kakek Mangku kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyebabkan anaknya, Made Ardiantara, mengalami luka bakar pada kedua lengan dan sejumlah bagian tubuh lainnya.
Kebakaran diduga dipicu dupa yang digunakan Kakek Mangku saat melakukan persembahyangan di kamar suci rumahnya. Usai sembahyang sekitar pukul 13.30 Wita, korban kemudian meninggalkan kamar dan menuju halaman rumah bagian timur.
Bukan Sekadar Adu Cepat, Lomba Sampan Tradisional Jadi Hiburan Warga di HUT Kota Negara ke-131
Saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Pramana membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, api pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 Wita ketika Ardiantara sedang mencuci pakaian di sumur samping rumah.
“Saat itu, korban melihat kepulan asap dari arah rumah. Saat diperiksa, api ternyata sudah membesar,” terangnya.
Korban kemudian meminta bantuan warga untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman secara manual tidak mampu mengendalikan kobaran api sehingga warga menghubungi Satpol PP Jembrana. “Anggota Damkar yang sedang siaga langsung ke lokasi untuk memadamkan api,” jelasnya.
Geger! Remaja 17 Tahun di Jembrana Diduga Jadi Mucikari, Dua Temannya Dijajakan via WhatsApp
Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api. Namun, bangunan rumah beserta sejumlah barang berharga di dalamnya tidak berhasil diselamatkan.
Tiga lemari kayu, kasur kapuk, tangga besi, tangga kayu, sound system, uang tunai sekitar Rp1 juta, sertifikat rumah, surat-surat berharga, hingga peralatan pertukangan ikut terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta. “Total kerugian Rp30 juta,” ungkapnya.
Eko mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya pada musim kemarau. Selain dupa, warga diminta memperhatikan instalasi listrik dan puntung rokok yang juga dapat menjadi sumber api.
Pakai 5 QR Code, Warga Terusan Borong Pertalite hingga 246,2 Liter untuk Dijual ke Pertamini
“Hari ini saja sudah terjadi tiga kebakaran. Dua di antaranya kebakaran rumah. Kami berharap tidak ada lagi musibah,” harapnya. TS






