Anjing Gila Ngamuk Gigit 8 Warga di Melaya, Keswan Kesmavet Gelar Vaksinasi Darurat

Persindonesia.com Jembrana – Menyusul insiden anjing gila yang mengamuk dan menggigit delapan warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Melaya, Jembrana, kemarin, aparat desa bersama Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) segera menggelar vaksinasi rabies darurat hari ini. Langkah cepat ini diambil guna mencegah meluasnya penularan rabies di wilayah tersebut.

Vaksinasi darurat ini difokuskan pada anjing liar serta hewan penular rabies (HPR) peliharaan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Petugas berkeliling dari rumah ke rumah, menyisir hewan yang terindikasi sempat kontak langsung dengan anjing gila yang mengamuk.

Pastikan Hewan Kurban Layak Konsumsi, DKP Bangli Terjunkan Belasan Petugas Kesehatan

Kepanikan dan kecemasan jelas dirasakan warga Desa Sumber Sari. Gusti Ngurah Gede Arya Pinatih, salah seorang warga, mengungkapkan kekhawatirannya. “Saya sebagai warga merasa cemas ada anjing rabies. Saya harap warga yang punya anjing agar dipelihara dan dijaga dengan baik agar tidak sampai terjadi seperti kemarin,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).

Dalam kegiatan vaksinasi darurat hari ini, petugas berhasil memvaksinasi 51 ekor anjing dan 7 ekor kucing milik warga Desa Sumber Sari. Diharapkan, upaya ini mampu mencegah penyebaran rabies yang lebih parah di desa ini.

Plt. Kepala Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Drh. I Gede Adi Adnyana, menjelaskan bahwa jumlah korban gigitan bertambah menjadi sembilan orang. “Untuk kasus gigitan di Sumber Sari, setelah kami tracing ada penambahan satu orang, dari awal delapan menjadi sembilan. Dan juga menggigit satu ekor kucing dan anjing. Maka dari itu, hari ini kami melakukan vaksinasi emergency,” terangnya.

Sebagian Calon PMI Gagal Ajukan Pinjaman ke BPD Akibat Tunggakan Belanja Online

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Keswan Kesmavet Jembrana menunjukkan bahwa hingga saat ini di tahun 2025, sudah tercatat 52 kasus gigitan anjing positif rabies. Bahkan, hari ini terdapat lima sampel otak anjing yang menggigit warga di beberapa lokasi di Jembrana, dengan hasil uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar yang masih belum keluar. Hal ini berpotensi menambah jumlah kasus rabies di kabupaten yang terletak di ujung barat Pulau Bali ini. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *