Persindonesia.com Jembrana – Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jembrana, Bali, bukannya semakin membaik, tetapi justru kian memburuk. Kondisi tersebut salah satunya dipicu keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) dari Depo Manggis, Karangasem.
Keterlambatan terjadi akibat kemacetan parah di kawasan Soka, Kabupaten Tabanan. Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di sekitar SPBU Soka disebut melebar hingga menggunakan sebagian badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan truk tangki pengangkut BBM tertahan dan tidak dapat melintas dengan lancar menuju Jembrana.
Sopir truk tangki dari Depo Manggis, Karangasem, Kadek Suparja, mengatakan dirinya mengalami keterlambatan cukup lama saat mengangkut BBM menuju Jembrana.”Saya baru sampai dari depo Karangasem dengan mengangkut BBM jenis Pertalite. Memang agak telat sampai di Jembrana karena kendala macet di perjalanan, terutama di Soka,” katanya.
Menurutnya, kemacetan terjadi karena antrean kendaraan di depan SPBU cukup panjang. Kendaraan yang mengantre bahkan mengambil sebagian badan jalan sehingga menyulitkan kendaraan besar untuk melintas.
“Antrean di depan SPBU, mobil juga banyak mengambil jalur dan melebar sampai ke badan jalan. Setengah badan jalan dipergunakan sehingga saya tidak bisa lewat,” ujarnya.
Suparja mengaku mulai tertahan di kawasan Soka sejak Rabu (14/10) sekitar pukul 00.00 WITA. Saat itu, arus lalu lintas hanya dapat bergerak beberapa meter sebelum kembali berhenti.
Satwa Langka jenis Trenggiling Terselamatkan Warga Bangli
“Di sana saya dari kemarin Rabu sekitar jam 12 malam sampai di Soka. Sampai di sana ditutup, cuma jalan beberapa meter, berhenti lagi,” ungkapnya.
Panjangnya antrean kendaraan bahkan disebut mencapai beberapa kilometer. Dari arah timur, antrean kendaraan mencapai kawasan pertigaan menuju Antosari, Tabanan. Sementara dari arah barat, antrean disebut membentang hingga kawasan Pantai Yeh Leh.
Suparja mengatakan, selain dirinya, terdapat satu truk tangki lainnya yang turut tertahan akibat kemacetan tersebut. Sementara sejumlah truk lainnya sudah lebih dahulu berhasil melintas.
Usai Menang soal Penahanan, Kuasa Hukum Made Daging Siapkan Praperadilan Jilid III
“Kemarin kami berdua tertahan di sana, dua truk tangki tidak bisa lewat. Yang lainnya sudah duluan lolos,” katanya.
Truk yang dikemudikannya membawa BBM jenis Pertalite sebanyak 16 kiloliter (KL) dan solar sebanyak 8 KL untuk dikirim ke Jembrana.
Setelah tertahan sejak tengah malam, truk tersebut akhirnya tiba di Jembrana sekitar pukul 12.00 WITA. Padahal, dalam kondisi lalu lintas normal, perjalanan dari Depo Manggis menuju Jembrana biasanya dapat ditempuh hingga tiba sekitar pukul 02.00 Wita dini hari.
Temui Jaksa Agung, Kapolri Suyudi Dorong Kolaborasi Penegakan Hukum
“Kemarin malam jam 12 malam saya tertahan. Jalan sedikit-sedikit sampai di sini. Di Jembrana nyampe sekitar pukul 12 siang. Biasanya kalau normal saya nyampe di Jembrana jam 02.00 Wita dini hari,” pungkasnya. TS






