Bali Suguhkan Seni dan Budaya untuk Daya Tarik Wisatawan

Persindonesia.com, Denpasar – Pariwisata Bali mengandalkan kekayaan seni dan budaya sebagai daya tarik utama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu, Pulau Dewata juga menawarkan panorama alam yang indah serta keramahtamahan masyarakat dalam menyambut wisatawan.

Berdasarkan buku Karakteristik dan Indeks Kepuasan Wisatawan Mancanegara 2025 yang diterbitkan Dinas Pariwisata Bali bekerja sama dengan Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana, Bali tetap menjadi ikon pariwisata Indonesia sekaligus destinasi wisata kelas dunia.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, mengatakan Bali mengusung tagline “Pariwisata Budaya”.

Jembatan Penghubung Dua Desa Kembali Layak dan Aman

“Dari hasil survei tahun 2025, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali berasal dari 68 negara,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (25/4).

Ia menjelaskan, hasil survei menunjukkan mayoritas wisatawan, yakni 87,2 persen, datang ke Bali untuk berlibur dan berekreasi. Selain itu, tujuan lainnya meliputi kunjungan keluarga, bisnis, konferensi, olahraga, digital nomad, pendidikan atau penelitian, hingga kesehatan dan kecantikan.

Menurutnya, daya tarik budaya yang paling diminati wisatawan adalah tradisi adat dan istiadat. Selain itu, wisatawan juga tertarik pada kuliner, sejarah, arsitektur, spiritualitas, kesenian tradisional, kerajinan tangan, serta kehidupan masyarakat desa.

Giri Prasta Jawab Pandangan Fraksi, Tegaskan Arah Pariwisata Bali Berkualitas dan Reformasi Pajak Daerah

“Budaya yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan,” jelasnya.

Dinas Pariwisata Bali mencatat, pada periode Januari–Februari 2026, jumlah kunjungan wisatawan terbanyak berasal dari Australia sebanyak 234.302 orang. Disusul China 124.745 orang, India 74.483 orang, Korea Selatan 51.108 orang, Rusia 45.481 orang, Inggris 39.158 orang, Amerika Serikat 34.493 orang, Malaysia 29.353 orang, Jepang 25.736 orang, dan Prancis 23.746 orang.

“Dari tahun ke tahun, wisatawan asal Australia masih mendominasi kunjungan ke Bali. Salah satu faktor pendukungnya adalah ketersediaan penerbangan langsung dari Australia ke Bali,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *