Pesona Wisata Karangsewu, Surga Tersembunyi di Ujung Barat Bali

Persindonesia.com, Jembrana – Di balik hiruk-pikuk pariwisata Bali Selatan, wilayah Bali Barat menyimpan potensi destinasi alam yang belum banyak tersentuh. Salah satunya adalah Pantai Karangsewu yang berada di Banjar Arum, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Ibarat ‘surga tersembunyi’ yang terlekat di ujung barat Pulau Bali, pantai ini menawarkan lanskap yang berbeda dibandingkan kebanyakan pantai di Bali. Perpaduan antara garis pantai, hamparan padang rumput luas, serta kawasan mangrove yang masih alami menciptakan panorama khas yang jarang ditemui di daerah lain.

Hamparan padang rumput yang berpadu dengan laut biru menghadirkan suasana tenang dan eksotis. Pepohonan bidara yang tumbuh rindang turut menjadi peneduh alami, menjadikan kawasan ini cocok untuk aktivitas bersantai hingga berkemah.

Pansus DPRD Badung Mematangkan Ranperda Ormas

Keunikan Karangsewu juga terlihat dari perubahan lanskapnya. Saat musim kemarau, kawasan ini didominasi warna cokelat keemasan, sementara pada musim hujan berubah menjadi hijau menyerupai padang savana.

Selain itu, Karangsewu dikenal sebagai salah satu lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit di Bali Barat. Panorama langit pagi yang berpadu dengan laut kerap menarik wisatawan maupun fotografer.

Beragam aktivitas dapat dilakukan di kawasan ini, mulai dari menikmati matahari terbit dan terbenam, berfoto di dermaga kayu yang ikonik, hingga camping dan piknik di area padang rumput. Pengunjung juga dapat menjelajah kawasan mangrove, memancing, atau bermain air di tepi pantai.

Menerjang Debu, Menjahit Harapan Kisah Ibu Tuti, Sang Kartini Penjahit Keliling dari Desa Tarub

Lokasinya yang tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk membuat Karangsewu relatif mudah dijangkau, baik oleh wisatawan dari Pulau Jawa maupun dari Denpasar. Sejumlah fasilitas penunjang seperti area parkir, gazebo, warung makan, hingga toilet umum juga telah tersedia.

Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung dikenakan tiket dengan kisaran puluhan ribu rupiah, tergantung kebijakan pengelola.

Sebagai destinasi di Bali Barat, Karangsewu kerap ramai dikunjungi saat hari libur maupun hari raya besar. Tidak hanya wisatawan lokal, pengunjung dari luar daerah seperti Banyuwangi juga datang menikmati panorama alam Jembrana.

Nyaris Celaka di Selat Bali, Penumpang KMP Diselamatkan Usai Terjatuh ke Laut

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengatakan kunjungan wisatawan ke Karangsewu menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, terutama saat hari libur.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari pengelolaan kawasan yang kini melibatkan kelompok masyarakat setempat. “Sekarang sudah dikelola oleh kelompok masyarakat, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga berbagai fasilitas dan aktivitas yang tersedia,” ujarnya, Selasa (21/4)

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas yang ditawarkan antara lain camping ground, wisata kano, sampan wisata mangrove, hingga kuliner. Pengunjung yang tidak membawa perlengkapan kemah juga dapat menyewa tenda yang disediakan pengelola dengan tarif sekitar Rp100 ribu untuk kapasitas enam hingga delapan orang per 24 jam.

Harga Plastik di Jembrana Melonjak hingga 60 Persen, Pedagang Kecil Kian Terjepit

Selain itu, wisata mangrove menggunakan sampan dikenakan tarif sekitar Rp150 ribu untuk satu kali perjalanan, sementara wahana kano dipatok sekitar Rp75 ribu, termasuk dokumentasi foto menggunakan drone.

Pengelolaan kawasan ini, lanjutnya, melibatkan tiga kelompok masyarakat, yakni kelompok nelayan Segara Merthe, Teluk Asri, dan Karangsewu.

“Pengunjung sekarang tidak hanya dari Jembrana atau Bali, tetapi juga dari luar daerah seperti Surabaya, Malang, hingga Jawa Barat, baik secara individu maupun komunitas,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, mengatakan bahwa kawasan Bali Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan. “Pesona Karangsewu ini wajib dikunjungi jika anda berkunjung ke wilayah barat Pulau Bali,” singkatnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *