Bantu Petani, Bupati Tamba Gelontorkan Miliaran Rupiah Untuk Talangan Gabah

Persindonesia.com Jembrana – Meningkatkan produksi para petani di Kabupaten Jembrana serta untuk menstabilkan harga beras, sesuai janji Bupati Jembrana I Nengah Tamba menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membantu petani yang selama ini hasil panennya murah dan harga beras tetap tinggi.

Bupati Jembrana  I Nengah Tamba secara simbolis menyerahkan dana talangan pembelian gabah petani kepada 6 KUD di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Senin (7/3).

Ops Damai Cartenz Berhasil Evakuasi 8 Korban Penembakan KKB

Bantuan secara simbolis itu senilai total Rp.3.100.000.000, diantaranya untuk KUD. Amertha Buana (Baluk), KUD. Tamblang (Dangin Tukadaya), KUD. Sapta Werdhi (Tegalcangkring), KUD. Catur Guna Amertha (Yeh Embang Kangin), KUD. Catur Karya Usaha (Tuwed), KUD. Surya Mertha (Gumbrih).

Adapun rinciannya masing masing untuk KUD, CATUR KARYA USAHA sebesar Rp 300.000.000.
KUD AMERTHA BUANA Rp 500.000.000,
KUD TAMBLANG Rp 500.000.000,
KUD SAPTA WERDHI Rp 200.000.000,
KUD CATUR GUNA AMERTHA Rp 1.500.000.000 sedangkan KUD SURYA MERTHA diberikan dana talangan sebesar Rp 100.000.000.

Pererat Silaturahmi Dengan Pemuka Agama Pangdam Kunjungi Pura Ulun Danu Batur & Besakih

Bupati Tamba didampingi Kadis Koperasi Perindustrian, UKM  dan Perdagangan , I Komang Agus Adinata berharap melalui  dana talangan dapat menyerap dan membeli gabah/beras petani dengan harga yang wajar.

“Pergunakan dana ini sesuai dengan harga pembelian pemerintah sehingga dapat meningkatkan produktifitas petani di Jembrana. Terpenting dapat menstabilkan harga beras,” ujar Tamba.

35 Tahun Lebih Warga Desa Beringin Lestari Mimpikan Jalan Penghubung Ke Desa Cinta Damai di Aspal Pemda Kampar.

Di samping itu, Bupati asal Kaliakah ini juga menyampaikan, maksud dari pemberian dana talangan adalah untuk memberikan suatu rangsangan motivasi agar hasil petani dapat terserap dengan harga yang baik.

“Kita sudah sangat berjuang terus bagaimana mengangkat harga beras petani dan juga berusaha sekali menstabilisasi hasil akhir pada gabah itu yang berupa harga beras, sehingga tidak ada lagi perbedaan harga yang jauh terhadap hasil beli petani,” pungkasnya. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *