Berlibur ke Bali Tak Rugi, Ini Dia Sembilan Festival di Pulau Surga Pada Bulan Juni 2026

Persindonesia.com Denpasar – Wisatawan yang berlibur ke Bali pada bulan Juni 2026 tidak bakal rugi. Pasalnya, destinasi wisata dunia ini bakal menggelar setidaknya sembilan festival pada bulan tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini menyebutkan bahwa dalam bulan Juni 2026 terdapat sembilan festival di Bali yang telah ke dalam Bali Calendar of Events (CoE) 2026. “Festival ini mulai dari olahraga, seni, budaya, wellness, serta event menarik lainnya,” ungkapnya di Denpasar, Sabtu (2/5).

Menurutnya, sembilan festival itu tersebar dari ujung barat sampai dengan ujung timur Pulau Bali. “Jadi ini sangat sayang sekali untuk dilewatkan,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Dayu Indah ini mengajak para wisatawan untuk hadir menyaksikan berbagai festival yang akan digelar di Pulau Surga ini.

Mahasiswa Undiknas Ciptakan “EcoReceipt”, Struk Ramah Lingkungan yang Bisa Ditanam

Berikut sembilan festival yang akan digelar di Bali;

Pertama Medewi Boardriders Challenge. Event ini memadukan potensi alam dan hasil manusia dengan sentuhan keterampilan dan ketangkasan event ini menghadirkan para surfer dari berbagai kelas atau level dan berkompetisi untuk menaklukan ombak Pantai Medewi dan pada event ini juga memamerkan produk-produk Ekonomi Kreatif Lokal.

Kedua, Bali International Film Festival Balinale, 1 – 7 Juni 2026. Bali International Film Festival atau Balinale di Denpasar, merupakan ajang perfilman bergengsi yang menampilkan karya sineas lokal dan internasional dari berbagai genre. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007, festival ini menjadi wadah bagi para pembuat film untuk berbagi inspirasi, budaya, dan cerita melalui layar lebar.

Selain pemutaran film, Balinale juga menghadirkan diskusi panel, lokakarya, serta sesi tanya jawab bersama sutradara dan aktor. Diselenggarakan di Bali, festival ini memadukan apresiasi terhadap seni sinema dengan keindahan budaya dan keramahan pulau dewata, menjadikannya salah satu ajang film paling berkesan di Asia Tenggara.

Ketiga, Bali Wellness And Beauty Expo, 4 – 6 Juni 2026. Bali Wellness & Beauty Expo di The Meru, Sanur adalah pameran tahunan yang menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan, kecantikan, dan gaya hidup holistik. Event ini mempertemukan brand kecantikan, spa, wellness retreat, praktisi kesehatan, serta UMKM lokal yang menawarkan produk alami dan perawatan berbasis tradisi Bali.

Sidang Lanjutan PT BSM, Ahli dari Jaksa : Tanpa Unsur Melawan Hukum, Itu Bukan Kerugian Negara

Pengunjung dapat menikmati demo perawatan, konsultasi kesehatan, workshop wellness, sesi yoga & meditasi, serta bazar produk kecantikan dan herbal. Expo ini menjadi wadah inspiratif bagi mereka yang ingin mengeksplorasi gaya hidup sehat, alami, dan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Keempat, Ubud Open Studios, 5 – 7 Juni 2026. Ubud Open Studios adalah acara tahunan yang memberikan kesempatan bagi publik untuk menjelajahi dunia seni rupa Bali secara lebih dekat. Selama tiga hari, para seniman lokal dan internasional yang bermukim di Ubud membuka studio mereka untuk dikunjungi, memperlihatkan proses kreatif, teknik berkarya, hingga karya-karya terbaru mereka.

Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para seniman, mengikuti lokakarya seni, serta membeli karya asli yang dipamerkan. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat hubungan antara seniman dan masyarakat, tetapi juga menegaskan posisi Ubud sebagai pusat seni dan budaya kontemporer di Bali.

Kelima, Tenganan Pegringsingan Culture Festival, Karangasem, 9 – 11 Juni 2026. Festival budaya ini digelar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, salah satu desa Bali Aga tertua di Bali.

Aliansi Buruh Sopir Priok Desak Pemberantasan Pungli: “Sisa Uang Jalan Habis di Jalan”

Pengunjung dapat menyaksikan tradisi Perang Pandan (mekare-kare) yang melambangkan keberanian dan penghormatan terhadap Dewa Indra, serta menikmati pementasan seni, upacara adat, dan pameran kain Gringsing—tenunan ganda langka khas desa ini.

Berbagai kegiatan UMKM dan kuliner tradisional turut memeriahkan festival, memberikan pengalaman autentik kehidupan masyarakat Bali Aga yang menjunjung tinggi harmoni, tradisi, dan spiritualitas.

Keenam, Pesta Kesenian Bali XLVIII, 13 Juni – 11 Juli 2026. Pesta Kesenian Bali merupakan festival seni tahunan terbesar di Pulau Dewata yang menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas seniman Bali.

Diselenggarakan selama sebulan penuh di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, festival ini menghadirkan parade pembukaan megah, pementasan tari, karawitan, teater, lomba, pameran seni rupa, kuliner, serta bazar UMKM lokal. PKB menjadi wadah pelestarian dan inovasi seni tradisional maupun kontemporer, serta momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Bali di mata dunia.

Beda dari Biasanya, Peringatan May Day 2026 di Jembrana Diisi Santunan dan Pembagian Sembako

Ketujuh, Semarak Pandawa Festival, 18 – 20 Juni 2026. Semarak Pandawa Festival merupakan perayaan budaya dan pariwisata yang digelar di kawasan Pantai Pandawa, salah satu destinasi indah di Bali Selatan. Festival ini menampilkan pertunjukan seni tradisional dan modern, parade budaya, kompetisi kreatif, serta beragam aktivitas masyarakat dan UMKM lokal. Dengan latar tebing kapur ikonik dan pemandangan pantai yang menawan, festival ini menghadirkan suasana meriah yang memadukan keindahan alam, kreativitas, dan kekayaan budaya Bali.

Kedelapan, Karangasem Festival, 22 Juni 2026. Karangasem Festival merupakan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Amlapura yang menampilkan identitas budaya, kreativitas masyarakat, dan kemajuan kota sebagai pusat pemerintahan Karangasem. Melalui rangkaian acara seni, pertunjukan tradisi, pameran UMKM, serta kegiatan komunitas, festival ini menjadi ruang untuk merayakan sejarah Amlapura sekaligus menunjukkan semangat modernitas yang tetap berakar pada budaya lokal.

Festival Amlapura tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kebanggaan warga, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, menghidupkan ekonomi kreatif, dan mempromosikan potensi kota kepada masyarakat luas.

Kesembilan, Mekotek, 27 Juni 2026. Tradisi Mekotek atau disebut juga Ngerebek, merupakan ritual khas Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, yang digelar setiap enam bulan sekali pada perayaan Hari Raya Kuningan.

Aliansi Buruh Sopir Priok Desak Pemberantasan Pungli: “Sisa Uang Jalan Habis di Jalan”

Tradisi ini dilakukan sebagai simbol kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) serta wujud rasa syukur atas keselamatan dan keharmonisan desa.

Dalam prosesi ini, para pria desa membawa tongkat kayu sepanjang dua hingga tiga meter yang kemudian disatukan membentuk kerucut besar, lalu saling dorong sambil diiringi sorak dan tabuhan gamelan. Tradisi yang telah berlangsung sejak masa kerajaan Mengwi ini dipercaya membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan antarwarga.

Mekotek juga menjadi tontonan menarik bagi wisatawan karena memadukan nilai spiritual, kebersamaan, dan semangat heroik masyarakat Bali. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *