Makepung Tradisi Unik di Bali Barat

Persindonesia.com, Denpasar – Makepung merupakan tradisi unik yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali. Tradisi ini adalah perlombaan balap kerbau bergengsi yang berkembang di wilayah Bali Barat.

Awalnya, Makepung merupakan kegiatan para petani yang menggunakan kerbau untuk membajak sawah. Seiring waktu, aktivitas tersebut berkembang menjadi ajang perlombaan yang menarik.

Dalam tradisi ini, kerbau dan cikar dihias dengan indah, sehingga menjadi tontonan yang memikat, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Dalam Makepung yang digelar di sebuah sirkuit tanah kering ini, peserta dibagi dua kelompok yang berbatasan dengan aliran Sungai Ijo Gading.

Jadikan Rekomendasi DPRD Sebagai “Kompas”, Bupati Kembang Komitmen Perbaiki Kinerja Jembrana

Untuk kelompok yang berada di timur sungai, bernama Ijo Gading Timur dengan bendera merah, sedangkan di barat sungai, diberinama Ijo Gading Barat dengan bendera hijau.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini mengatakan, Festival Makepung telah masuk ke dalam Bali Calendar of Event 2026.

“Makepung merupakan ajang balap kerbau tradisional paling bergengsi di Jembrana, yang menampilkan kekuatan, kecepatan, serta kekompakan antara joki dan pasangan kerbaunya,” ungkapnya di Denpasar, Senin (27/4).

Acara tahunan yang akan digelar pada Bulan Agustus 2026, lanjut dia, mempertemukan pasangan kerbau terbaik dari berbagai wilayah di Jembrana, untuk memperebutkan piala.

Terduga Pelaku Asusila Meninggal Dunia Diduga Minum Racun

“Perlombaan berlangsung di lintasan tanah khusus, diiringi musik tradisional dan suasana budaya yang meriah,” imbuhnya.

Lanjutnya, Makepung bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga tradisi budaya yang membanggakan dan menjadi simbol semangat, warisan, serta identitas masyarakat Jembrana.

Selain itu, lanjut dia, juga akan dihelat Makepung Lampit pada 15 November 2026. Berbeda dengan mekepung lainnya, makepung lampit diadakan di arena persawahan dan berlumpur.

“Festival Makepung Lampit dilaksanakan selain untuk memperkenalkan pariwisata Jembrana dan mempertahankan nilai-nilai tradisi yang telah diwarisi dari para leluhur dan juga menjaga populasi kerbau dan sapi bali yang ada di Jembrana,” ungkapnya.

Lumba-Lumba Hidung Botol Terdampar Mati di Pantai Batu Kebo

Dayu Indah menambahkan, pada bulan Agustus, juga akan dihelat Jembrana Jegog Festival. “Jembrana Jegog Festival menjadi ruang apresiasi seni sekaligus daya tarik wisata yang memperkuat identitas budaya Bali Barat,” tandasnya.

Dijelaskan, festival ini merupakan perayaan musik tradisional khas Jembrana yang menampilkan keindahan dan kekuatan suara jegog, gamelan bambu raksasa yang unik dan hanya ditemukan di Bali Barat.

“Festival ini menghadirkan pertunjukan kolosal jegog, kolaborasi musik modern, tari tradisional, serta berbagai kegiatan budaya yang melibatkan seniman lokal. Selain itu, acara ini turut menghadirkan UMKM, kuliner khas Jembrana, serta pameran produk kreatif yang memperkenalkan potensi ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *