Bupati Badung Resmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Angantaka, Tegaskan Komitmen Perluasan Ruang Terbuka Hijau

Badung Persindo – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di tingkat desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian di Desa Adat Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Selasa (03/03/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh I Wayan Adi Arnawa yang ditandai dengan pemotongan pita, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kesanga. Sebelum difungsikan, kawasan tersebut telah melalui rangkaian upacara adat seperti Pemelaspas, Mecaru Panca Sato, Rsi Gana, dan Mecaru Asu sebagai bentuk penyucian secara niskala.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan lapangan dan taman desa bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga membangun ruang interaksi sosial dan penguatan identitas budaya masyarakat. “Lapangan dan taman ini memiliki makna strategis. Ke depan, setiap desa di Badung harus memiliki ruang terbuka hijau yang representatif sebagai pusat aktivitas masyarakat, baik olahraga, seni, maupun kegiatan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengarahkan agar penataan lanjutan segera dilakukan, termasuk pelebaran jogging track, perapian rumput, penanaman pohon peneduh, serta pengosongan area tengah lapangan untuk mendukung aktivitas olahraga dan permainan anak-anak.

Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan aset bersama yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh Desa Adat Angantaka, tetapi juga masyarakat sekitar, termasuk Desa Adat Kekeran. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, akan terus membuka ruang dukungan bagi program desa dan desa adat sepanjang sesuai regulasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain meresmikan fasilitas publik, Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas daerah yang telah direalisasikan, di antaranya bantuan sosial Rp2 juta per penerima, bantuan Rp3 juta bagi warga lanjut usia 75 tahun ke atas, serta program beasiswa S1 bagi 400 mahasiswa setiap tahun mulai 2026. Program beasiswa tersebut menyasar anak petani, keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, buruh, pemangku, serta pelaku UMKM dengan pembiayaan penuh hingga lulus.

Sementara itu, Bendesa Adat Angantaka Ida Bagus Ngurah menjelaskan bahwa pembangunan lapangan dan taman desa melalui proses panjang, termasuk mekanisme penataan dan penukaran lahan dengan pemerintah provinsi yang sempat menghadapi kendala regulasi. Berkat dukungan hibah dari Pemkab Badung sebesar Rp11,062 miliar untuk pembelian lahan serta dukungan pembiayaan pajak oleh pemerintah daerah, proyek tersebut akhirnya dapat direalisasikan.

Melalui APBDes, desa juga mengalokasikan anggaran Rp880 juta untuk penataan lapangan, pembangunan Pelinggih Padmasari, prasasti, penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Ke depan, Desa Adat Angantaka merencanakan pengembangan lanjutan pada 2027–2028, meliputi perluasan jogging track, penambahan taman peneduh, serta pembangunan fasilitas olahraga dan seni sebagai ruang ekspresi budaya masyarakat.

Peresmian tersebut turut dihadiri unsur DPRD Badung, Tripika Kecamatan Abiansemal, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Dengan hadirnya lapangan dan taman desa ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat melalui penyediaan ruang publik yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

@*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *