Bupati Badung Saksikan Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Tengkulung Periode 2026–2031

Pengukuhan Bendesa Adat serta Prajuru Desa Adat Tengkulung

Badung Persindo – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri dan menyaksikan prosesi pengukuhan Bendesa Adat serta Prajuru Desa Adat Tengkulung yang digelar di Wantilan Banjar Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan rahinan Tumpek Klurut dan Purnama Kapitu, sehingga berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh makna.

Dalam pengukuhan tersebut, I Gede Eka Surawan kembali dipercaya untuk memimpin Desa Adat Tengkulung sebagai Bendesa Adat periode 2026–2031. Hadir dalam kesempatan ini perwakilan Ketua DPRD Badung yang diwakili Anggota DPRD I Wayan Sugita Putra, Majelis Desa Adat Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Tanjung Benoa, serta para Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta Selatan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada krama Desa Adat Tengkulung atas pelaksanaan proses pemilihan Bendesa Adat yang dilakukan melalui musyawarah mufakat. Ia mengucapkan selamat kepada Bendesa dan seluruh prajuru yang telah dikukuhkan, sekaligus mengingatkan besarnya tanggung jawab yang diemban dalam menjaga kelestarian adat, budaya, seni, dan kehidupan beragama.  “Prajuru desa adat memiliki peran strategis dalam mengajegkan adat dan budaya Bali yang berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana. Dengan semangat ngayah dan lascarya, saya yakin swadharma ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Badung yang akan dilaksanakan di wilayah Tanjung Benoa dan sekitarnya mulai tahun 2026. Program tersebut meliputi perbaikan Jalan Pratama serta penataan jaringan utilitas dengan menurunkan kabel secara bertahap guna meningkatkan estetika dan kenyamanan kawasan.

Selain itu, Pemkab Badung juga akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah Kuta Selatan, termasuk pembangunan jalan lingkar barat untuk mengurai kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pariwisata yang sebagian besar berpusat di Kuta Selatan.

Di bidang sosial, Bupati menyampaikan adanya program perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia, di antaranya bantuan sebesar Rp3 juta bagi warga berusia 75 tahun ke atas yang diberikan setiap ulang tahun, serta bantuan Rp2 juta pada hari-hari keagamaan, disertai berbagai program sosial lainnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Tengkulung terpilih, I Gede Eka Surawan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh krama Desa Adat Tengkulung untuk memimpin selama lima tahun ke depan. Ia menyebutkan bahwa masa ayahan kali ini merupakan periode kedua bagi dirinya bersama jajaran prajuru.  “Atas dasar rasa jengah lan lascarya serta dukungan seluruh krama, kami berharap ayah-ayahan ke depan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan terhadap pembangunan sarana keagamaan di Desa Adat Tengkulung, khususnya pembangunan Pura Desa, Pura Puseh, dan Bale Agung yang telah selesai dengan nilai mencapai Rp7,6 miliar. Namun demikian, pihaknya masih membutuhkan dukungan untuk pelaksanaan karya ngenteg linggih yang direncanakan pada tahun 2027.  “Atas nama krama, kami mohon dukungan Bapak Bupati agar pelaksanaan karya ngenteg linggih dapat terwujud sesuai rencana,” pungkasnya.   @*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *