Banyuwangi, Persindonesia.com – Ditengah gencarnya Bupati Ipuk Fiestiandani membangun Banyuwangi, beredar kabar tak sedap. Oknum ASN berinisial (NH) diduga “menjarah” anggaran kegiatan di beberapa dinas di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam operasinya, NH seringkali membawa nama seseorang (mantan) yang tak lain memiliki hubungan dengan kepemimpinan yang baru ini.
Kodam IX/Udayana Dikunjungi Konsul Republik Korea
Menyikapi kabar itu, Ketua Forum Analisis Kebijakan Pembangunan Daerah (FOSKAPDA) Veri Kurniawan meminta pihak Inspektorat harus mengusut tuntas dugaan itu.
“Jika ini memang terjadi, Ini Preseden buruk di era pemerintahan yang sekarang, tidak bisa dibiarkan harus diusut tuntas, apalagi diduga ASN tersebut bertindak untuk setoran ke “mantan”, lah kapasitas beliau apa kok sampek disetori,” ketus Veri.
Kabar yang beredar kata Veri, NH diduga meminta beberapa kegiatan atau proyek di dinas dinas untuk di kelola sendiri.
“diduga sudah ada pengusaha yang mengerjakan proyek proyek tersebut dan pintu masuknya melalui oknum ASN itu,” urai Veri.
Ironisnya kata Veri, kepala dinas lainnya tak berdaya melawan oknum ASN itu.
“Kewenangannya melampaui Sekda, kan rusak tatanan birokrasi kalau dibiarkan seperti itu,”ucapnya.
Karna itu FOSKAPDA akan segera berkirim surat ke Bupati dan Inspektorat bahkan jika perlu ke APH agar mengusut tuntas persoalan tersebut.
Awak mediapun mencoba konfirmasi NH dikantornya. Namun sayangnya yang bersangkutan tidak ada di tempat. Senin(28/3/22)
Menurut salah satu staffnya, NH saat ini sedang berada diluar kota. Dicoba konfimasi melalui phonselnya pun belum di respon.
Begitu juga halnya dengan mantan Bupati AAA belum bisa dihubungi meski tim media sudah memcoba mendatangi ke kediamannya dan menurut salah satu pegawainya, bapak tidak ada dirumah sejak kisaran satu minggu. (Erni)






