Cegah TPPO, Disnaker Jembrana Sosialisasi Bahaya Berangkat Nonprosedural

Jembrana – Untuk mengantisipasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sekaligus meminimalisasi pekerja migran yang berangkat melalui jalur nonprosedural, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jembrana menggelar workshop bagi siswa kelas XII SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Jembrana.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, menjelaskan kegiatan tersebut dikaitkan dengan job fair yang rutin digelar. Workshop ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peluang kerja, personal branding, hingga keterampilan menghadapi dunia kerja.

“Sebagai pencari kerja, anak-anak perlu punya brand atas dirinya sendiri, supaya bisa menunjukkan kemampuan dan daya saing. Selain itu, soft skill juga penting, terutama terkait sikap dan etika di dunia kerja,” ujarnya, Selasa (26/8)

Pasca Keributan di Bandara Ngurah Rai, Polisi Berhasil Amankan 6 Pelaku Pengeroyok Security

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Agus, para siswa juga mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi profesional, termasuk tips menghadapi dinamika dunia kerja hingga pemanfaatan media sosial untuk membangun citra diri. “Disini kita beri pembekalan agar mereka siap menghadapi dunia kerja diluar negeri termasuk trik-trik dalam dunia kerja,” terangnya.

Agus menambahkan, isu PMI nonprosedural dan TPPO turut disampaikan kepada peserta. Menurutnya, pemerintah sudah hadir memberikan solusi berupa subsidi dan fasilitas keuangan bagi warga yang memilih berangkat secara resmi.

“Kalau berangkat prosedural dapat reward berupa subsidi. Tapi kalau nonprosedural, justru berisiko tinggi, termasuk kasus kematian PMI yang sering kita dengar,” katanya.

PWI Somasi Pejabat Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang

Namun, Agus mengakui kendala utama calon PMI asal Jembrana adalah keterbatasan kemampuan bahasa asing. Dari hasil seleksi kandidat se-Bali, tingkat kelulusan anak Jembrana saat wawancara paling rendah.

“Skill kerja mereka sangat bagus, tetapi bahasa asing masih kurang. Ke depan kami akan masuk ke sekolah-sekolah membuka pelatihan tambahan bahasa di luar jam sekolah. Pemerintah hadir untuk memperkuat bekal bahasa agar daya saing meningkat,” tegasnya.

Terkait laporan masyarakat, Agus mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah menerima tujuh pengaduan warga soal agen tenaga kerja yang diduga memberangkatkan pekerja secara tidak resmi dengan iming-iming bekerja di Australia dan Amerika Serikat dengan biaya tinggi.

Stok Anti Bisa Ular Diperkirakan Aman, Warga Bangli Diminta Waspadai Tempat Ini

“Pesan kami jelas, manfaatkan fasilitas pemerintah dan pilih jalur resmi agar aman, tidak terjebak TPPO,” pungkas Agus. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *