Persindonesia.com Jembrana – Akibat dari kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran ke daerah dipastikan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung ke masyarakat yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum Spesifik Grant (DAU SG) kegiatannya dibatalkan semua dibatalkan. Diketahui seluruh proyek irigasi dan 9 titik dan proyek jembatan dan jalan dipastikan dibatalkan.
Seperti halnya di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Jembrana sendiri dipangkas oleh pusat hampir 50 persen. Dimana Total anggaran secara keseluruhan di Dinas PU sendiri kurang lebih sebanyak Rp 65 miliar dan dikurangi efisiensi dari pusat sebanyak 28 miliar dan sisanya hanya sekitar 37 miliar.
Kepala Dinas PUPR PKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengungkapkan bahwa proyek-proyek yang belum terlaksana dan belum memiliki fisik ditetapkan untuk dibatalkan. “Untuk proyek yang sudah dikerjakan tetap akan dilanjutkan dengan reposisi anggaran dari sumber lain di luar Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) SG,” ucapnya, Kamis (13/02/2025).
Diduga Melakukan Korupsi Dana Hibah Tahun 2023, Kajari Bondowoso Tahan Eks Wakil Bupati Bondowoso
Ia mengungkapkan, dalam kebijakan efisiensi ini, seluruh proyek irigasi dipastikan batal, termasuk anggaran infrastruktur di Dinas PUPR sebesar Rp 21 miliar yang mencakup pembangunan jalan dan penyediaan air minum. “Yang paling banyak dibatalkan adalah proyek jalan,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut Sudiarta, terdapat satu paket proyek senilai Rp 4,3 miliar yang telah dikerjakan dan tetap akan dilanjutkan. “Selain itu, dari empat ruas jalan yang direncanakan, hanya dua ruas yang dapat diteruskan, yaitu di Desa Yehembang dan Desa Yeh Sumbul,” jelasnya.
Menurutnya, efisiensi anggaran ini mengikuti kebijakan pusat agar proyek-proyek yang menjadi bagian dari program nasional, provinsi, maupun kabupaten tetap dapat terlaksana meski dalam skala terbatas. “Kami sendiri mengalami refocusing anggaran dilakukan dengan efisiensi dari sumber DAK irigasi sebesar Rp 7 miliar dan DAU sebesar Rp 21 miliar, sehingga total efisiensi mencapai Rp 28 miliar,” terangnya.
Koster-Giri dan Kepala Daerah Mejaya Jaya di Pura Besakih, Era Baru Bali Dimulai
Selain proyek irigasi, kata Sudiarta, kegiatan rehabilitasi jalan, jembatan, dan air minum yang didanai dari DAU SG juga terdampak. “Proyek-proyek yang telah berjalan dan memiliki kontrak akan tetap dilanjutkan dengan mencari sumber pendanaan lain dari APBD yang dapat digeser untuk membiayai proyek tersebut,” jelasnya.
Sudiarta tidak menampik kemungkinan adanya proyek yang ditunda atau dibatalkan akibat keterbatasan anggaran. “Kita harus menyesuaikan. Pasti ada kegiatan yang harus mengalah atau ditunda, tetapi mudah-mudahan tidak sampai dibatalkan sepenuhnya,” pungkasnya. TS






