Persindonesia.com Jembrana – Pengurangan tenaga non-Aparatur Sipil Negara (ASN) akibat kebijakan pemerintah pusat berdampak pada terganggunya pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Jembrana. Pegawai yang tersisa harus merangkap tugas untuk melayani masyarakat, sehingga efisiensi layanan menurun. Hal ini terungkap saat Komisi I dan Komisi II DPRD Jembrana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke MPP Jembrana.
Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suwastika, yang akrab disapa Cuhok, mengungkapkan bahwa secara umum Standar Operasional Prosedur (SOP) di MPP telah berjalan dengan baik. Namun, pemangkasan tenaga kerja berdampak signifikan terhadap pelayanan, terutama di bagian penerima mereka harus merangkap untuk melayani masuarakat.
“Kami melihat bahwa dengan adanya pemangkasan tenaga kerja, pelayanan publik di MPP sangat terpengaruh, khususnya di bagian penerima. Ke depan, kami berharap MPP dapat merancang inovasi layanan agar lebih sempurna, termasuk dengan pemanfaatan sistem digital. Sehingga masyarakat dapat mengurus perizinan melalui aplikasi di ponsel mereka tanpa harus datang langsung ke MPP,” ujarnya, Selasa (11/3/2025)
Alfito Deannova Ginting Dalami Komitmen Gubernur Koster Jaga Budaya Bali
Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya rencana pendekatan pelayanan terkait pengurusan bahan bakar minyak (BBM) bagi petani dan nelayan. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke MPP atau dinas terkait, karena pelayanan akan dibawa lebih dekat ke desa-desa. Jika anggaran memungkinkan, pemerintah berencana menyediakan kendaraan layanan keliling yang terjadwal untuk mempermudah akses rekomendasi bagi petani dan nelayan.
Saat ini, MPP Jembrana melayani 253 jenis perizinan yang dikelola oleh 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta beberapa lembaga lainnya. Meskipun layanan ini sudah cukup baik, DPRD Jembrana mendorong adanya inovasi lebih lanjut agar pelayanan publik semakin luas dan efisien.
Terkait kekurangan sumber daya manusia (SDM), Cuhok mengungkapkan, dalam waktu dekat akan ada kerja sama antara forum OPD dengan salah satu perguruan tinggi di Jembrana. Kampus tersebut menawarkan program magang bagi mahasiswa di MPP, yang dianggap sebagai hubungan simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak.
Marak Vila Bodong, Dewan Jembrana Sidak Tempat Wisata di Desa Yeh Sumbul
“Selain program magang, nantinya juga akan ada perekrutan tenaga outsourcing, terutama untuk tenaga kebersihan dan satpam guna memastikan kelancaran operasional MPP,” pungkasnya. Ts






