Datang dari Jawa Menuju Kuta, Delapan Anak Punk Berakhir Dipulangkan

Persindonesia.com Jembrana – Delapan anak punk yang beraktivitas di sekitar kawasan Pura Dalem, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, ditertibkan aparat gabungan, Rabu (21/1/2026) pagi. Penertiban dilakukan setelah adanya laporan warga yang merasa terganggu dengan keberadaan kelompok tersebut.

Saat dikonfirmasi, Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma, mengatakan langkah tersebut diambil karena keberadaan kelompok itu menimbulkan keresahan warga. Selain itu, sebagian dari mereka tidak dapat menunjukkan identitas diri yang sah.

“Hasil pemeriksaan di lapangan, sebagian besar tidak membawa KTP dan tidak memiliki bekal uang. Mereka mengaku datang dari Jawa dengan tujuan menuju Denpasar, khususnya kawasan Kuta,” jelasnya, Kamis (22/1).

Picu Keresahan Warga Demulih, ODGJ Diringkus Kepolisian dan Satpol PP Bangli

Dalam pendataan, kata Toni, pihaknya mencatat delapan orang anak punk. Empat di antaranya tidak membawa identitas, masing-masing berinisial B (20) asal Lampung, Apr (20) asal Kediri, JK (18) asal Klaten, dan AZ (18) asal Malang. Sementara empat lainnya membawa kartu identitas, yakni AD (18) asal Klaten, MDA (18) asal Kediri, ISM (19) asal Jombang, serta MSA (18) asal Kediri.

Toni mengungkapkan, kelompok tersebut diketahui menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang dan sempat bermalam di area pertokoan di sebelah Pura Dalem Gilimanuk. “Bahkan, sebagian di antaranya disebut pernah dipulangkan ke daerah asal namun kembali lagi ke Bali,” jelasnya.

Setelah proses pendataan di pos pemeriksaan KTP, lanjut Toni, seluruhnya dipulangkan ke daerah asal melalui Pelabuhan Gilimanuk menggunakan Kapal Tunu Pratama Jaya dan Karya Maritim. “Pemulangan dikawal petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Jembrana, Polsek Gilimanuk, Bhabinkamtibmas, dan Linmas,” katanya.

Cegah Penyebaran Penyakit, Karantina Bali Tahan Ribuan Burung Ilegal di Padangbai

Menurutnya, penertiban ini melibatkan unsur Polsek Gilimanuk, TNI AL Gilimanuk, Kasi Trantib Kelurahan Gilimanuk, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polprades, hingga Linmas. Ke depan, pihak kelurahan bersama aparat terkait berkomitmen meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengawasan berkelanjutan agar kawasan suci dan fasilitas umum di Gilimanuk tetap terjaga dan kondusif,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *