Diawali di Jembrana, Makan Siang Bergizi Nasional 3.109 Siswa Terlayani

Persindonesia.com Jembrana – Diawali dari Kabupaten Jembrana. program makan bergizi nasional yang digagas Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk anak sekolah. Sejumlah 3.109 siswa dari 15 sekolah TK, SD, dan SMP yang ada di Kacematan Negara kini menerima nasi gratis setiap harinya. Makanan tersebut diolah di dapur Yayasan Boga Bahagia Jembrana (BBJ) yang bertempat di Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

I Putu Gusti Yoga Saputra, siswa SMPN 2 Negara, mengungkapkan rasa senangnya. “Saya sangat senang mendapat nasi gratis ini. Saya bisa hemat uang jajan. Biasanya uang saya habis untuk beli nasi di kantin seharga Rp5.000,” ujarnya. Senada dengan itu, I Gusti Ngurah Satria Rai Wiguna, siswa SDN 1 Negara, juga mengaku bersyukur. “Saya tahu tentang nasi gratis ini dari televisi. Biasanya saya beli nasi di kantin, sekarang bisa simpan uang jajan,” katanya, Senin (06/01/2025).

Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. M. Muhammad Adriansyah saat dikonfirmasi menjelaskan, program ini sejalan dengan arahan Presiden. Saat ini, 181 dapur sehat beroperasi di seluruh Indonesia, dengan 52 milik Badan Gizi Nasional diantaranya berada di bawah naungan Yayasan Boga Bahagia Jembrana (BBJ). Di Bali, Kabupaten Jembrana menjadi satu-satunya daerah yang telah menjalankan program ini.

Seorang Pemuda Asal Gresikan Surabaya, Diringkus Polisi Lamongan

“Kabupaten Jembrana menjadi perwakilan Bali karena tiga titik dapur lain belum beroperasi. Targetnya, program ini dapat melayani 58.000 siswa dengan membangun 21 dapur. Saat ini baru 15 sekolah yang terlayani karena keterbatasan kapasitas dapur dan jarak distribusi. Makanan harus sampai di sekolah dalam waktu 15 menit agar tetap hangat dan tidak basi,” ujarnya.

Menurutnya, sedangkan untuk menu nantinya BGN yang akan menentukan jenis menu. “Menurut BBJ menu akan dirubah perminggu akan tetapi 1 yang diharapkan dalam 5 hari itu harus ada 1 hari menu yang ditunggu oleh anak-anak agar bisa memotivasi anak-anak masuk sekolah

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menyatakan bahwa program ini bukan uji coba melainkan sudah menjadi kebijakan nasional. “Ini sudah kick-off secara nasional. Saya merasa terharu melihat program ini berjalan dengan baik di Jembrana. Program ini sangat menyentuh, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” katanya.

Diduga Akibat Rem Blong, Mobil Berpenumpang WNA Masuk Jurang Sedalam 15 Meter

Tamba menargetkan pembangunan 21 dapur sehat di seluruh kecamatan di Jembrana, mulai dari Pekutatan hingga Melaya. Fokus awal adalah Kecamatan Jembrana dan Negara. “Saat ini baru satu dapur yang melayani 3.107 siswa. Harapannya, mitra kemitraan bisa ikut serta mendukung pembangunan dapur tambahan pada April-Mei mendatang,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua Yayasan Boga Bahagian Jembrana (BBJ) IKetut Sutarka menjelaskan. semua bahan makanan berasal dari lokal untuk memberdayakan ekonomi setempat. Proses pengolahan diawasi oleh tiga petugas dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Kami mengikuti prosedur ketat. Tidak semua orang bisa masuk dapur demi menjaga kebersihan dan kualitas makanan,” jelasnya.

Untuk distribusi, BBJ menggunakan dua mobil box dan satu mobil Avanza. Proses memasak dimulai pukul 02.00 WITA agar makanan siap di sekolah pada pukul 08.00 wita. “Kami memiliki 47 tenaga lokal yang membantu operasional dapur,” tambahnya.

Diduga Akibat Cemburu Suami Ngibing, IRT Muda di Songan Nekat Gantung Diri

Kedepannya di Bulan April pihaknya akan mendirikan 3 dapur gizi sehat. Menurutnya, satu dapur itu melayani 3.000 siswa, ditambah ibu hamil dan lansia itu total 3.500 porsi. “Jika di satu kecamatan ada lebih dari 6000 siswa berarti di satu kecamatan itu harus ada dua dapur. Kita juga menghitung jarak tempuh terjauh maksimal 15 menit. Jadi lokasi kita juga tentukan sesuai lokasi jarak tempuh,” pungkasnya. TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *