Dilalui Kendaraan Besar, Kabel Putus, Atap Rusak, Warga Gilimanuk Ancam Tutup Gang

Persindonesia.com Jembrana – Sejumlah warga di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, memprotes aksi kendaraan besar yang nekat melintas di gang permukiman padat. Aksi tersebut diduga atas arahan pengurus bus untuk menghindari antrean panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk pasca arus balik.

Akibatnya, beberapa bus dan truk masuk ke gang sempit yang seharusnya hanya dilalui kendaraan kecil. Selain memicu kemacetan, kendaraan besar tersebut juga menyebabkan kerusakan fasilitas warga, seperti kabel listrik dan wifi yang putus serta atap rumah yang rusak.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan warga. Ia mengaku menerima laporan bahwa kendaraan besar masuk ke gang permukiman dan menimbulkan berbagai dampak.

Gianyar Lirik Sistem Pajak Terintegrasi Sragen, Siapkan Studi Tiru untuk Dongkrak PAD

“Kami menerima telepon dari warga terkait bus yang masuk ke gang dan menyebabkan kemacetan,” ujarnya, Rabu (1/4)

Ia menambahkan, selain kemacetan, warga juga mengeluhkan kerusakan infrastruktur. “Kabel listrik dan wifi putus, bahkan ada atap rumah warga yang rusak akibat dilalui kendaraan besar,” katanya.

Toni mengungkapkan, warga menyayangkan tindakan pengurus bus yang mengarahkan kendaraan besar masuk ke gang. Mereka menilai seharusnya kendaraan seperti bus dan truk tetap melintas di jalan utama.

Bupati Badung Dukung Temu Wicara UMKM dan Penyerahan Sertifikat HKI Provinsi Bali Tahun 2026

“Seharusnya kendaraan besar hanya di jalan utama, sedangkan gang diperuntukkan bagi kendaraan kecil,” ungkapnya

Kekhawatiran juga muncul terkait potensi kerusakan jalan lingkungan jika terus dilalui kendaraan bertonase besar. “Warga mempertanyakan pihak yang akan bertanggung jawab apabila jalan mengalami kerusakan,” ucapnya.

Toni mengaku, peristiwa ini terjadi sejak malam sebelumnya dan mencapai puncaknya pada malam hari, ketika jumlah kendaraan yang masuk gang semakin banyak dan kerusakan kian parah. “Warga mengancam akan menutup akses gang jika kondisi tersebut terus berlanjut,” terangnya.

Diduga Korsleting Listrik, Bengkel Motor Hendri di Tangerang Selatan Hangus Terbakar

Lebih jelasnya Toni mengatakan, akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menertibkan kendaraan besar yang masuk ke permukiman warga, serta memberikan sanksi kepada oknum sopir maupun pengurus bus yang terlibat. “Kami khawatir jika ini terus terjadi akan memicu aksi dari masyarakat,” tegasnya

Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengurai arus kendaraan di lapangan. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang masuk ke gang bukan atas arahan petugas, melainkan inisiatif pengurus bus.

“Arus sedang kami urai. Yang mengarahkan masuk gang itu pengurus bus,” ujarnya.

Kabur Dini Hari Bawa NMax Curian, Pelaku Curanmor Disergap Warga Gilimanuk

Ia juga menyebutkan, truk sedang diarahkan masuk ke area kargo untuk mengurangi kepadatan di jalan utama. Selain itu, pihaknya akan memanggil para pengurus bus guna memberikan efek jera. “Kami akan panggil semua pengurusnya agar ada efek jera,” pungkasnya. TS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *