Dinas PKP Bangli Aktifkan Tisira dan Libatkan Peran Masyarakat Tanggulangi Rabies

PersIndonesia.Com,Bangli- Penyakit Rabies hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Pasalnya penyakit yang disebabkan oleh Virus Rabies yang menyerang susunan saraf pusat tersebut dapat merengut nyawa. Terkait itu, Pemkab Bangli melalui Dinas PKP terus menggencarkan berbagai upaya untuk menekan terjadinya kasus Rabies.

Menurut Kadis PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, hingga saat ini capaian vaksinasi Rabies di Kabupaten Bangli baru mencapai 40 persen (%) dari total populasi Hewan Penyebar Rabies (HPR) yang mencapai 53 ribu lebih. Sedangkan untuk kasus positif rabies kurun 3 tahun terakhir mengalami penurunan.

Baca Juga : Masuk Zona Kuning PMK, Dinas PKP Bangli Terima Alokasi 24 Ribu Vaksin

Yang mana pada tahun 2023 jumlah kasus Rabies mencapai diangka 72, kemudian Tahun 2024 sebanyak 47 kasus dan di tahun 2025 hingga akhir Juli diangka 29 kasus.

“Penurunan ini tidak terlepas dari upaya petugas dan juga peran aktif masyarakat. Terbukti sudah banyak masyarakat yang aktif mengikuti ataupun menanyakan terkait jadwal vaksinasi”, terang Sarma, (29/7).

Lebih lanjut disampaikan, untuk memastikan penaganan kasus Rabies di Bangli bisa berjalan lancar, pihaknya sudah membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira) pada empat (4) Kecamatan yang ada di Kabupaten Bangli. Tim tersebar di 68 Desa dan 4 Kelurahan.

Adapun tugas Tim Siaga Rabies ini diantaranya, melakukan pendataan hewan penular Rabies, pengawasan lalu lintas hewan, dan penanganan kasus gigitan rabies. “Selain itu memberi edukasi terkait pemeliharaan hewan penular rabies dengan baik dan benar”, jelasnya.

Sementara terkait pengadaan Vaksin Rabies, kata Sarma pihaknya sudah mengalokasikan dana sebaesar Rp. 382 juta lebih untuk pengadaan vaksin sebanyak 30 ribu dosis. Ditambah pasokan dari Provinsi dan Pusat. “Untuk stok vaksin yang ada mencapai 36 ribu dosis, sehingga dengan stok vaksin yang memadai target 80 persen hingga akhir tahun dapat terpenuhi”, beber Sarma.

Baca Juga : SAH! DPRD Bangli Setujui Penetapan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2025 Jadi Perda

Pihaknya berharap dengan berbagai langkah yang dilakukan serta adanya kesadaran masyarakat yang hingga saat ini terus meningkat penyebaran penyakit Rabies di Bangli terus menurun. “Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah dalam penaganan kasus rabies guna mewujudkan Bangli Sehat, Bangli Jengah menuju Bangli Era Baru”, ungkap Sarma.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *