Persindonesia.com Jembrana – Pasca pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, dua jenazah kembali ditemukan mengambang pada Minggu (2/2). Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan diduga kuat berkaitan dengan tragedi tenggelamnya kapal tersebut. Satu jenazah diketahui merupakan ABK kapal, sedangkan jenazah lainnya hingga kini masih belum teridentifikasi dan diduga terkait tragedi tenggelamnya kapal tersebut.
Jenazah pertama ditemukan oleh tim gabungan saat melakukan patroli di sekitar lokasi pengangkatan bangkai kapal pada pagi hari. Dari hasil pemeriksaan awal, jenazah tersebut diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya, yakni I Wayan Teja Setiawan (33), warga Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Identitas korban diketahui setelah petugas menemukan kartu identitas yang masih tersimpan di saku celana korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Sementara itu, jenazah kedua ditemukan oleh nelayan setempat pada sore hari di wilayah perairan Selat Bali. Hingga kini, jenazah tersebut masih berada di Kamar Jenazah RSU Negara, Kabupaten Jembrana, untuk keperluan proses identifikasi lanjutan. Saat dievakuasi, petugas tidak menemukan identitas apa pun pada tubuh korban. Kondisi jenazah pun sudah rusak parah, dengan bagian tubuh yang tersisa hanya dari perut hingga lutut, sementara celana masih melekat.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal tim identifikasi, tidak ditemukan dokumen pribadi yang dapat mengungkap identitas jenazah.
Buka Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster: Aksara Bali harus Tampil di Semua Ruang
“Kondisi jenazah sudah rusak dan tidak ditemukan kartu identitas. Fokus kami saat ini adalah berkoordinasi dengan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur untuk mencocokkan data dengan daftar penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).
Alit menambahkan, koordinasi lintas wilayah dengan Polres Banyuwangi serta pelibatan DVI Polda Jatim dinilai sangat penting, mengingat lembaga tersebut menjadi leading sector dalam penanganan identifikasi korban tragedi tenggelamnya kapal tersebut. Pihaknya juga telah mengumpulkan sejumlah data sekunder dari jenazah untuk diselaraskan dengan basis data korban yang belum ditemukan.
Pemkab Badung Siapkan Beasiswa SMA dan S1 untuk Anak Petani dan Nelayan
“Kami sudah melakukan langkah-langkah awal dan saat ini masih menunggu pembaruan data penumpang yang belum teridentifikasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSU Negara dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, M.P.H. mengatakan potongan jenazah masih berada di RSU Negara. Pihak rumah sakit masih menunggu konfirmasi dari INAFIS terkait proses identifikasi lanjutan. “Rencananya potongan jenazah tersebut akan dikirim ke RS Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. TS






