Dua Kader PDIP Jembrana Dicoret dari Bacaleg Provinsi

Persindonesia.com Jembrana – Bakal calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Jembrana yang hendak maju dalam pemilihan legislatif untuk Provinsi Bali di coret dari bakal calon legislatif (bacaleg). Bacaleg yang dicoret sebanyak 2 orang, 1 orang merupakan Ketua Fraksi PDIP DPRD yang juga Bendahara DPC PDIP Jembrana I Ketut Sudiasa dan satunya merupakan eks Bupati Jembrana dua periode I Putu Artha.

Saat dikonfirmasi saat pendaftaran bacaleg Pemilu 2024 di KPU Jembrana kemarin hari Kamis (11/5/2023) Sekretaris DPC PDIP Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, dari 18 orang petahana fraksi PDIP yang maju dalam Pileg 2024 sebanyak 17 orang. Sedangkan 1 orang daftarnya ke provinsi yakni I Ketut Sudiasa yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Jembrana namun tidak mendapat rekomendasi dari DPP Pusat.

Penghargaan PWI Bali Nugraha 2023 Diberikan Kepada Gubernur Bali Wayan Koster

“Begitu juga Pak Putu Artha mantan Bupati Jembrana dua periode tidak mendapat rekomendasi untuk maju ke Provinsi. Lantaran, yang mendapatkan rekomendasi dari DPP ke provinsi hanya sebanyak 4 orang. Sedangkan untuk ke pusat DPR RI sebanyak 2 orang, 1 orang diantara merupakan petahana. Ini merupakan kewenangan langsung dari DPP, kami hanya mempunyai kewenangan hanya mengajukan bakal calon,” jelasnya.

Sementara Bendahara DPC PDIP Jembrana I Ketut Sudiasa saat dikonfirmasi, meresa kecewa, akan tetapi dirinya tetap menerima apapun keputusan dari DPP. Dirinya tidak mengerti terkait dengan pencoretannya. “Alasannya tidak tahu. Saya selaku kader wajib mengikuti perintah. Tapi di PDIP memang mengedepankan struktural partai terutama di tingkat vital,” katanya. Jumat (12/5/2023).

Prajuru Pura Puseh Penegil Dharma Beserta Warga Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Koster

Dirinya mendaftar ke provinsi lantaran sudah 3 periode menjabat di DPRD Jembrana, bahkan yang terakhir sebagai Ketua fraksi. “Jika memang dicoret ditingkat provinsi, ya seharusnya diberi kesempatan di kabupaten. Intinya saya tidak paham dengan situasi. Ya diterima saja, dan juga saya tidak punya akses. Meskipun dicoret saya tetap menjadi kader bahkan saat ini masih menjadi ketua fraksi. Ya kedepan saya fokus dengan usaha,” pungkasnya. Sur

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *