Tak Gentar Isu Global, Suryajaya Tour Perkuat Layanan dan Bidik Destinasi Timur Indonesia
DENPASAR Persindonesia.com – PT Surya Jaya Balitama Tour diwakili oleh Owner Ida Bagus Gede Dirga, melakukan pertemuan secara terbatas antara para guide dan staf, guna lebih mematangkan kesiapan dalam memnerikan pelayanan terbaik, ini menunjukkan kesiapan matang Surya Jaya Tour dalam menyambut lonjakan aktivitas pariwisata (High Season) sepanjang tahun 2026. Di tengah dinamika global, perusahaan tetap optimistis dengan kinerja operasionalnya, ditandai dengan belum adanya pembatalan dari para tamu hingga saat ini.
Owner PT Surya Jaya Balitama Tour ; Gus Dirga, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai aspek pelayanan secara maksimal untuk menghadapi periode sibuk mulai April hingga September 2026. Dalam kurun waktu tersebut, khusus untuk pelayanan kepada tamu grup, perusahaan akan menangani sekitar 700 wisatawan dalam berbagai program perjalanan, selain tamu yang katagori perorangan juga couple.
“Ini merupakan kepercayaan besar bagi kami, karena itu, kami pastikan seluruh tim, mulai dari guide hingga staf operasional, benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik. Kualitas dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Gus Dirga.
Menurutnya, situasi konflik di kawasan Timur Tengah sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap perjalanan wisata yang dikelola perusahaan. Hal ini berkat kesiapan dan profesionalisme para mitra internasional, khususnya di Italia, yang dengan cepat melakukan penyesuaian rute penerbangan melalui jalur-jalur yang dinilai aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan partner di luar negeri. Mereka sangat responsif dalam menjaga kelancaran perjalanan tamu, termasuk mengalihkan rute penerbangan demi memastikan keamanan tetap terjaga,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada perjalanan luar negeri, PT Surya Jaya Balitama Tour juga mulai memperkuat pengembangan destinasi dalam negeri. Dalam waktu dekat, manajemen akan melakukan lawatan ke sejumlah destinasi wisata di kawasan timur Indonesia, seperti Labuan Bajo dan wilayah lainnya, guna melakukan inspeksi langsung terhadap kesiapan program lintas wilayah yang sedang dirancang.
“Kami ingin memastikan bahwa program wisata domestik, khususnya di kawasan timur, benar-benar siap dari sisi destinasi, layanan, hingga pengalaman yang akan diterima tamu. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berkembang dan menghadirkan variasi produk wisata yang berkualitas,” tambah Gus Dirga.
Lebih lanjut, Gus Dirga menilai bahwa saat ini merupakan masa keemasan pariwisata Bali. Menurutnya, perkembangan sistem digital dan manajemen yang semakin transparan membuat industri pariwisata dapat dikendalikan dengan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih merata. “Kalau dulu orang menyebut masa keemasan pariwisata Bali terjadi pada era 1980-an hingga 1990-an, menurut saya justru saat ini adalah masa keemasan yang sesungguhnya. Sekarang semuanya sudah berbasis sistem, lebih transparan, dan bisa dikontrol dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pada masa lalu, banyak proses masih dilakukan secara manual sehingga manfaat ekonomi cenderung dinikmati oleh segelintir pihak saja, bukan secara kolektif. “Dulu sistem masih manual, sehingga peluang itu lebih banyak dinikmati oleh individu atau kelompok tertentu. Sekarang, dengan sistem yang lebih terbuka, manfaat pariwisata bisa dirasakan oleh tim secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guide dan staf yang telah menunjukkan dedikasi tinggi, termasuk dalam pertemuan yang digelar pada 24 Maret 2026 di kantor PT Surya Jaya Balitama Tour.

Menutup pernyataannya, Gus Dirga berharap momentum Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dapat menjadi titik refleksi sekaligus membawa energi positif bagi seluruh tim. “Semoga Nyepi ini membawa keberuntungan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kita semua, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan keluarga. Dengan kebersamaan dan semangat yang baik, saya yakin kita bisa melewati tahun ini dengan hasil yang maksimal,” pungkasnya.

@Red*






