Persindonesia.com Jembrana – Bertepatan di hari tilem (hari umat Hindu) seperti biasanya gelombang pasang mulai naik. Gelombang pasang tersebut disertai oleh hujan lebat serta angin kecang, menyebabkan di Pesisir Pantai Selatan Jembrana diterjang banjir rob dan gelombang tinggi.
Akibatnya kejadian tersebut senderan di depan kuburan Banjar Passr, Desa Yegembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, hancur dan senderan di depan rumah warga hancur serta warung di pinggir pantai rusak parah. Sementara Pelinggih Pengayengan Bhatara Baruna sedikt lagi akan jebol.
Salah satu warga menuturkan hujan begitu lebat kemarin sehingga terjadi banjir dan disertai gelombang pasang air laut naik menjebolkan senderan pantai sehingga masuk ke rumah warga dan menghancurkan warung warga di pinggir pantai.
Wagub Cok Ace Harap Jegeg Bagus Bali Juga Bisa Sosialisasikan Program Pemerintah
“Kejadian gelombang pasang memang ditahun ini yang paling parah. Sebelumnya gelombang juga terjadi pada tahun lalu dan menghancurkan senderan pantai, dan kali ini gelombang menghancurkan senderan yang tersisa,” ujarnya.

Sementara Perbekel Yehembang I Made Semadi juga menuturkan, abrasi akibat gelombang besar sudah terjadi dari dahulu. Pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proposal ke pusat akan tetapi belum disetujui di karenakan musim pandemi Covid-19 yang melanda.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PU Kabupaten Jembrana untuk mengajukan ulang proposalnya ke pusat agar setra (kuburan) bisa terselamatkan. Semoga pusat cepat tanggap sehingga setra tidak terlanjur hanyut,” terangnya. Senin (6/12/2021).
Tebar 10 Ribu Benih Lele, Bupati Harapkan Kelompok Kreatif Dimasa Pandemi
Menurutnya, gelombang pasang mulai dari 2 hari yang lalu sekira pukul 23.00 wita, akan tetapi tadi malam musibah lebih keras lagi dikarenakan hujan lebat sehingga banjir serta gelombang pasang sehingga senderan pantai hancur, senderan di kuburan juga hancur dan juga warung warga yang ada dipinggir pantai rusak parah.
“Hari ini kami beserta warga gotong royong warung yang masih ada dibongkar. Dikarenakan bertepatan dengan hari tilem (hari umat hindu) 2 hari kemudiannya gelombang semakin tinggi ini sudah biasa terjadi pada saat hari tilem, kami mengimbau agar warga tetap waspada bila perlu mengungsi ketempat kerabat terdekat,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Kapolsek Mendoyo AKP. I Putu Suarmadi, S.H, M.H menambahkan, untuk di Wilayah Kecamatan Mendoyo sendiri sementara yang terpantau ada 2 titik terkena musibah gelombang pasang. Yang paling parah di depan Setra (kuburan) Desa Yehembang. Untuk yang di bawah Pura Rambutsiwi tidak terlalu pasrah.
Wapres Tutup Rapimnas Kadin, Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM Kolaborasi Antar Pengusaha
“Kami bersinergi dengan pihak desa menghimbau kepada masyarakat yang ada diseputaran tempat ini agar berhati-hati terutama pada saat malam hari agar selalu waspada. Untuk salah satu warga ada yang sakit tidak bisa jalan karena patah kaki agar diungsikan ke rumah saudaranya terdekat, karena kita tidak tau di malam hari kembali ada gelombang besar itu antisipasi kita lebih awal,” tutupnya. Red






