Persindonesia.com Jembrana – Dinas PUPRPKP Jembrana menggenjot perbaikan infrastruktur pada 2026 dengan anggaran Rp97,5 miliar untuk peningkatan hampir 60 kilometer jalan, sementara kebutuhan jembatan masih menyisakan sedikitnya sembilan titik yang memerlukan penanganan dan menunggu realisasi pembangunan melalui skema Inpres.
Di sisi lain, perbaikan serta pengadaan lampu penerangan jalan umum juga disiapkan, dengan proses pengadaan dijadwalkan mulai Juni guna mengatasi sejumlah titik yang kerap mengalami gangguan.
Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan, anggaran tersebut terdiri dari BKK Provinsi Bali sebesar Rp50 miliar, BKK Kabupaten Badung Rp40 miliar, Kota Denpasar Rp5 miliar, serta Kabupaten Gianyar Rp2,5 miliar. Seluruh paket pekerjaan kini telah terkontrak dan mulai berjalan.
“Totalnya kurang lebih hampir 60 kilometer jalan yang bisa kita perbaiki, baik jalan kabupaten maupun beberapa jalan desa,” ujarnya, Senin (23/3)
Bupati Adi Arnawa Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi Saat Idul Fitri di Badung
Ia menambahkan, ruas terpanjang yang diperbaiki berada di jalur Pengragaoan hingga Mengenuanyar dengan panjang sekitar 9 kilometer. Pekerjaan dilakukan melalui pembagian paket, terdiri dari 15 paket hotmix dan 13 paket beton, sehingga total mencapai 28 paket. “Selain itu, terdapat satu paket operasional dan pemeliharaan (OP) dari APBD senilai Rp3 miliar yang juga telah berjalan,” terangnya.
Sementara itu, lanjut Sudiarta, untuk pembangunan jembatan, tahun ini tidak ada proyek pembangunan baru yang bersumber dari APBD. Pemerintah daerah masih menunggu realisasi pembangunan tiga jembatan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) yang akan dikerjakan oleh Balai terkait.
“Kita sudah masuk readiness criteria untuk tiga jembatan. Mudah-mudahan bisa terlaksana tahun ini, sehingga kami tinggal menerima hasilnya,” katanya.
Meski demikian, kata Sudiarta, kebutuhan infrastruktur jembatan di Jembrana masih cukup besar. Dinas PUPRPKP mencatat setidaknya terdapat sembilan titik yang memerlukan penanganan, baik berupa perbaikan maupun pembangunan baru.
Arus Balik Lebaran, Polres Jembrana Perketat Pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk
“Masih ada jembatan darurat yang digunakan masyarakat, bahkan ada yang berbahan kayu dan bambu. Ini menjadi pekerjaan rumah kami,” jelasnya.
Di sektor sumber daya air, pihaknya juga mengusulkan anggaran untuk normalisasi sungai akibat erosi di tiga wilayah, yakni Barat, Tengah, dan Timur Jembrana. Dalam perubahan anggaran, masing-masing wilayah diusulkan mendapat alokasi minimal Rp100 juta untuk pengerukan, dengan total Rp300 juta.
“Awalnya kami ajukan Rp200 juta per wilayah, namun karena keterbatasan fiskal, yang disetujui Rp100 juta per wilayah. Untuk senderan atau talud sungai, itu kembali diusulkan melalui skema Inpres ke Balai, dengan perencanaan yang telah disiapkan,” ungkapnya.
Terkait penerangan jalan umum (PJU), Sudiarta menegaskan, penanganannya disesuaikan dengan status jalan. “Jalan nasional menjadi kewenangan Balai, jalan provinsi oleh Pemerintah Provinsi, sementara jalan kabupaten dan desa menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ucapnya.
Hilang Kendali, Pemotor Asal Palangkaraya Tewas Seusai Terjun ke Jurang di Gianyar-Bangli
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penanganan di sejumlah titik strategis dalam wilayah kota yang kerap mengalami gangguan, seperti di kawasan Patung Adipura, Denpasar, dan Baluk.
“Sering kami perbaiki, tapi rusak lagi. Untuk pengadaan lampu baru sudah kami anggarkan tahun 2026, dengan proses pengadaan direncanakan pada Juni,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan lampu yang mengalami gangguan ringan seperti sambungan listrik akan dilakukan segera. “Namun, untuk kerusakan yang membutuhkan penggantian komponen, akan menunggu proses pengadaan selesai,” pungkasnya. Ts






