Isyaratkan Kebersamaan dan Kepedulian, Desa Penglipuran Sepakati Galungan Tanpa Penjor

PERSINDONESIA.COM – Perayaan Hari Raya Galungan pada umumnya di Bali identik dengan pemasangan penjor sebagai bentuk makna rasa syukur. Namun suasana akan tampak berbeda di Desa Penglipuran, Bsngli pada hari raya Galungan tahun ini, karena pemasangan penjor di lingkungan desa yang tersohor dengan keasrianya tidak melaksanakan pemasangan penjor dilingkungan desa.

Menurut Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk hari Raya Galungan tahun ini di Desa Penglipuran tidak dihiasi dengan pemasangan penjor, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas berpulangnya salah satu warga.

Baca Juga : Suara Pengemudi Indonesia Guncang ILO, Bongkar Potongan Tinggi dan PHK Sepihak

Keputusan tanpa pemasangan penjor merupakan wujud nyata nilai kebersamaan, rasa empati dan solidaritas sosial yang senatiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Pengelipuran.

“Mengingat ada salah satu warga meninggal dunia. Sebagai bentuk berbelasungkawa dalam suasana kedukaan, maka pemasangan penjor disepakati tidak dilaksanakan”, ujar Sumiara kepada awak media, Senin (15/6).

Kata Sumiarsa, dalam kehidupan bermasyarakat, suka dan duka dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan, sehingga seluruh warga turut menghormati kondisi yang sedang dialami oleh keluarga yang berduka.

Baca Juga : Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Destinasi Wisata Tersembunyi di Pesisir Selatan Kota Denpasar

Dan sebagai salah satu desa wisata yang dikenal karena komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya dan tradisi, Desa Penglipuran terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian adat, kehidupan sosial masyarakat, dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

“Dengan begitu eksistensi Desa Penglipuran sebagai Desa Wisata bisa tetap dapat dijaga”, ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *