Pariwisata Penggerak Utama Perekonomian Bali

Persindonesia.com, Denpasar – Sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama perekonomian Bali dengan kunjungan sebanyak 6,94 juta wisatawan mancanegara dan 9,61 juta wisatawan domestik sepanjang tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana saat menerima kunjungan kehormatan delegasi strategis internasional asal Inggris, Royal College of Defence Studies (RCDS), di Ruang Rapat Media Center Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis (21/5/2026).

“Bali kembali meraih berbagai penghargaan internasional sebagai destinasi wisata terbaik dunia,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti kemacetan, persoalan sampah, alih fungsi lahan, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

“Untuk itu, Bali terus menjalankan visi pembangunan jangka panjang “100 Tahun Bali Era Baru” melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk mewujudkan pariwisata berkualitas melalui penegakan aturan bagi wisatawan asing, penguatan ekonomi lokal dan UMKM, pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Bali Selatan, serta percepatan program energi bersih dan pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, Wakil Komandan RCDS, Air Vice Marshal Tamara Jennings, bersama perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengatakan, kunjungan ini bertujuan mendalami strategi ketahanan regional, stabilitas ekonomi, serta model pengelolaan pariwisata berbasis budaya di tengah dinamika geopolitik global.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Bali, I Wayan Serinah, menegaskan bahwa forum berskala internasional ini memiliki makna strategis sebagai wadah pertukaran gagasan terkait kebijakan makro (grand strategy).

Sekda menyampaikan bahwa ketangguhan Bali tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga diperkuat oleh modal sosial budaya, semangat gotong royong, serta filosofi Tri Hita Karana, yakni keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.

Kunjungan delegasi RCDS Inggris ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang berlangsung produktif. Pemerintah Provinsi Bali berharap forum pertukaran perspektif ini dapat memperkuat hubungan bilateral, membuka ruang kolaborasi lintas negara, serta menginspirasi berbagai wilayah dunia mengenai bagaimana destinasi berbasis budaya mampu membangun ketahanan ekonomi yang tangguh di tengah ketidakpastian global. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *