Kunjungan Wisatawan ke Penglipuran Capai Ribuan Orang di Hari Raya Galungan-Kuningan

PERSINDONESIA.COM – Meskipun moment perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun 2026 ini tidak terdapat pemasangan penjor sebagaimana biasanya, karena ada warga yang meninggal dunia, namun minat wisatawan untuk berkunjung ke Desa Penglipuran tetap menunjukkan angka yang signifikan (tinggi).

Berdasarkan data yang terhimpun kunjungan wisatawan kurun rentan waktu 10 hari (dari tanggal 17 sampai dengan 27 Juli 2026) tercatat sebanyak 3.184 orang yang didominasi oleh Wisatawan Domestik (Wisdom) sebanyak 2.738 orang dan disusul oleh Wisatawan Asing (Wisman) sebanyak 446 orang.

Baca Juga : Isyaratkan Kebersamaan dan Kepedulian, Desa Penglipuran Sepakati Galungan Tanpa Penjor

Kondisi yang ada membuktikan bahwa daya tarik utama Desa Wisata yang ada di Kelurahan Kubu Kecamatan/Kabupaten Bangli ini, tidak hanya terletak pada keindahan penjor, tetapi juga pada kekayaan budaya, kehidupan masyarakat adat, serta suasana Desa yang tetap lestari dan terjaga selama bertahun-tahun.

Dalam keterangannya, Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumirsa mengatakan kunjungan wisatawan pada momentum Galungan dan Kuningan menunjukkan bahwa Penglipuran memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada keindahan visual, tetapi juga pada kekuatan tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat adat.

Dan salah satu atraksi pada momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan yang disuguhkan untuk pengunjung adalah Tradisi Ngelawang yang masih dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini.

“Melalui tradisi ngelawang, wisatawan tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami makna filosofis, nilai-nilai spiritual, serta fungsi tradisi tersebut dalam kehidupan masyarakat Bali”, terangnya kepada awak wartawan, Minggu (28/6/2026).

Menurut Sumiarsa, atraksi tradisi ngelawang telah menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran selama momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ini merupakan bagian komitmen Desa dalam memberikan pengalaman wisata budaya yang berkualitas sekaligus memperkenalkan warisan budaya Bali kepada masyarakat luas.

Yang mana pengalaman ini memberikan ruang bagi wisatawan untuk belajar secara langsung mengenai budaya lokal melalui interaksi yang alami dengan masyarakat.

“Untuk menikmati semua pengalaman ini, para wisatawan tidak dikenakan biaya tambahan (gratis)”, ungkap lelaki yang sekaligus sebagai Manager Desa Wisata Penglipuran ini.

Ia menegaskan bahwa Desa Wisata Penglipuran berkomitmen untuk terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, berlandaskan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengalaman wisata yang autentik sehingga setiap kunjungan tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga sarana pembelajaran mengenai nilai-nilai budaya Bali.

Baca Juga : Sambut Libur Hari Raya Keagamaan, Desa Penglipuran Siapkan Berbagai Atraksi Budaya

“Dengan tingginya kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya yang menjadi identitas Desa Adat Penglipuran”, kata Sumiarsa.

Pihak Desa Wisata Penglipuran juga menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme wisatawan yang terus menjadikan Penglipuran sebagai destinasi pilihan selama musim libur Hari Raya Galungan dan Kuningan serta tetap menjadikan Destinasi Wisata Utama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *