BALI Persindonesia.com – Setiap memasuki musim West Monsoon (angin musim barat), sejumlah pantai di Bali kembali menghadapi persoalan serius berupa tumpukan sampah kiriman. Arus laut dan hembusan angin barat membawa berbagai jenis sampah, terutama plastik, kayu, dan limbah rumah tangga, yang terdampar di sepanjang garis pantai, terutama di wilayah pantai yang nebghadap ke barat.
Kondisi ini kerap terjadi pada periode Desember hingga Februari, di mana gelombang laut lebih kuat dan arus bergerak dari arah barat menuju pesisir selatan Bali. Pantai-pantai seperti Kedonganan, Kelan, Jimbaran, dan kawasan pesisir lainnya menjadi titik yang paling terdampak.
Tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga berdampak pada ekosistem laut serta citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Situasi ini menegaskan bahwa permasalahan sampah laut bukan semata persoalan lokal, melainkan isu lintas wilayah yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak.
Oleh karena itu, aksi bersih-bersih pantai menjadi langkah nyata dan penting untuk meminimalkan dampak west monsoon, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Hampir semua kalangan merespon dan menindaklanjuti sentilan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait kondisi kebersihan pantai di Bali, berbagai elemen masyarakat bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Salah satunya datang dari para pemandu wisata Divisi Italia di bawah naungan Suryajaya Balitama Tour, turut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Kedonganan Bali.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, para pemandu wisata tidak hanya berperan sebagai duta pariwisata bagi wisatawan mancanegara, tetapi juga sebagai contoh nyata dalam menjaga kebersihan dan keindahan destinasi wisata Bali. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menindaklanjuti sentilan Presiden Prabowo Subianto mengenai kotornya sejumlah pantai di Bali.
Kegiatan bersih pantai oleh para pemandu wisata Divisi Italia dari berbagai agen wisata, salah satu agen perjalanan wisata, Suryajaya Tour bergabung dengan divisi lainnya, dilaksanakan pada Kamis, 6 Pebruari 2026, bertempat di kawasan Pantai Kelan Kedonganan Jimbaran, dimulai pukul 06.00 WITA hingga selesai. Para peserta tampak antusias membersihkan sampah plastik kiriman melalui laut dan limbah lainnya yang mencemari area pesisir.
Salah seorang Guide anggota “Divisi Italia” yang bernaung dibawah Suryajaya Balitama Tour Mr. Corado menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pariwisata dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih, indah, dan berkelanjutan. “Sebagai pemandu wisata, kami tidak hanya memperkenalkan keindahan Bali kepada wisatawan, tetapi juga wajib ikut menjaga kelestariannya. Aksi ini adalah wujud nyata kepedulian kami,” ujarnya bersama/didampingi Ketut Jaya.
Sebelumnya, melalui surat undangan yang telah disampaikan kepada seluruh divisi, panitia mengimbau agar masing-masing divisi mengirimkan 10 orang perwakilan, dengan mengenakan kaos divisi masing-masing sebagai simbol kebersamaan dan identitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan pantai dapat terus meningkat, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pelaku pariwisata lainnya untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan Bali.

Dikesempatan yang sama Owner PT Suryajaya Balitama Tour, Ida Bagus Gede Dirga, menegaskan bahwa kebersihan destinasi pariwisata merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia harus dijaga tidak hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga dari aspek lingkungan. “Destinasi pariwisata hendaknya selalu terjaga kebersihannya. Seluruh komponen Pariwisata Bali yang terlibat, yang menikmati pariwisata Bali seharusnya ikut menjaga kebersihan lingkungan terutama di destinasi pariwisata secara berkelanjutan. Lingkungan yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata Bali ke depan. Apa yang dilakukan para pemandu wisata hari ini merupakan contoh nyata kepedulian insan pariwisata terhadap alam Bali,” ujar Gus Dirga.
Kegiatan bersih-bersih pantai ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga keindahan Bali adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, insan pariwisata dapat menjadi teladan dalam melestarikan lingkungan pesisir. Semoga langkah sederhana ini menginspirasi masyarakat luas untuk terus menjaga kebersihan pantai, agar Bali tetap menjadi destinasi wisata dunia yang indah, bersih, dan berkelanjutan. @Krg.






