Persindonesia.com Jembrana – Menjelang puncak acara KTT Presidensi G20 di Nusa Dua Bali yang jatuh pada tanggal 15 sampai 16 November 2022, pemeriksaan yang dilakukan Polres Jembranan dengan mengerahkan 200 personil Polri di pintu masuk Bali, Pelabuhan Gilimnauk terus diperketat. Kali ini pemeriksaan dibantu oleh anjing pelacak K9 dan juga alat metal detector serta mirror detector.
Pantauan awak media dilapangan terlihat penjagaan di pos pemeriksaan pintu masuk Bali jumlah ersonil ditingkatkan. Terlihat juga pemeriksaan dibantu oleh anjing pelacak K9 untuk memeriksa barang bawaan dari mayarakat. Petugas juga secara detail memeriksa setiap kendaraan yang masuk ke Bali baik itu identitas serta barang bawaan yang ada di bagasi kendaraan tersebut. Minggu (13/11/2022).
Dit Pamobvit Baharkam Polri Pastikan Keamanan Delegasi KTT G20
Saat dikonfirmasi awak media Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, mendekati puncak acara G20 di Nusa Dua Bali, penjagaan di pintu masuk Bali, Pelabuhan Gilimanuk terus ditingkatkan, hal tersebut untuk mensukseskan jalan kegiatan tersebut. “Dari hari Senin kemarin kita saat simulasi kita sudah kerahkan 200 personil Polri dan juga instansi seperti Satpol PP dan Pecalang ikut dalam pengecekan terutama pengecekan identitas,” terangnya.
Ini permakluman untuk masyarakat, lanjut Dewa Gde, memang penjagaan di Pelabuhan Gilimanuk diperketat itu untuk kebaikan Bersama. “Alur yang kita siapkan untuk semuanya betul-betuk turun dicek secara identitas baik itu wajah dan yang lain-lainnya ini untuk keamanan Bali, tadi mohon masyarakat paham itu, dan saya berharapat tidak ada yang menonjol dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh stake holder disini, mudah-mudahan berjalan dengan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Diduga Kambuh Penyakit Epilepsi, Warga Desa Kota Bangun Tewas Tenggelam Saat BAB
Dalam hal ini, imbuh Dewa Gde, selain jumlah personol pihaknya juga didukun oleh K9 untuk membantu pemeriksaan dan juga ada mirror detector serta metal detector. “Mudah-mudahan tidak ada bahan -bana dan barang yang berbahaya. Kita juga menghimbau baik dari ASDP dari kapal dan dibawah ditempat pemeriksaan dengan pengeras suara menghimbaun kepada masarakat terkait tahapan-tahapan pemeriksaan kepda masyarakat,” pungkasnya. Vlo






