Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi meresmikan Jembatan Suwung Lemo
Badung Persindo – Penantian panjang masyarakat Suwung Lemo akhirnya terjawab. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi meresmikan Jembatan Suwung Lemo yang ditandai dengan pelaksanaan upacara melaspas, bertepatan dengan rahina Tumpek Klurut dan Purnama Kapitu, Sabtu (3/1/2026), di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung Wayan Luwir Wiana dan I Made Retha, Plt. Kepala Dinas PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, serta tokoh masyarakat setempat.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Suwung Lemo merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia menegaskan, aspirasi warga yang telah diperjuangkan selama kurang lebih 20 tahun akhirnya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat penting, khususnya untuk mendukung kelancaran aktivitas adat masyarakat, seperti prosesi menuju setra,” ujar Bupati.
Jembatan kayu yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp3,9 miliar ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan warga yang selama ini harus melintasi kawasan rawa saat menjalankan aktivitas tertentu, terutama pada saat terjadi kedukaan. Selain itu, keberadaan jembatan juga dinilai berpotensi membuka akses ekonomi dan pengembangan wilayah ke depan.
Bupati Adi Arnawa juga menginstruksikan Dinas PUPR Badung untuk melengkapi jembatan dengan fasilitas penerangan jalan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Ia optimistis, kehadiran jembatan ini dapat menjadi titik awal pengembangan kawasan Suwung Lemo, termasuk peluang menjadikannya sebagai destinasi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengajak masyarakat untuk terus mendukung program prioritas Pemkab Badung, khususnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi TPS3R, TPST kecamatan, pembangunan teba modern berbasis rumah tangga, serta pembentukan satuan tugas penanganan sampah di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Tanjung Benoa, Ketut Widya, mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas terwujudnya pembangunan Jembatan Suwung Lemo. Menurutnya, jembatan ini telah lama menjadi harapan masyarakat dan kini dapat dimanfaatkan secara langsung sejak diresmikan pada 3 Januari 2026.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan Pulau Pudut sebagai destinasi wisata baru yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Tanjung Benoa. @*






