Kasus Gigitan Anjing Masih Tinggi, Jembrana Mulai Gebyar Perdana Vaksinasi Rabies

Persindonesia.com Jembrana – Kasus gigitan anjing di Kabupaten Jembrana masih tergolong tinggi, mencapai sekitar 500 kasus per bulan. Bahkan, sejak Januari hingga 13 April 2026, tercatat 21 kasus gigitan anjing positif rabies yang tersebar di lima kecamatan. Kali ini Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan menggelar gebyar vaksinasi rabies tahun 2026. Kegiatan perdana dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Mendoyo dan Melaya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan-Kesmavet), Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan vaksinasi di Kecamatan Mendoyo dimulai dari Desa Pohsanten dengan melibatkan tim swasta (A tim). Sementara di Kecamatan Melaya, kegiatan dilaksanakan oleh tim reguler dari pemerintah, dimulai dari Desa Candikusuma dan Desa Moding.

“Untuk gebyar vaksinasi rabies tahun 2026, hari ini sudah kami laksanakan di dua kecamatan, yaitu Mendoyo dan Melaya,” ujarnya, Senin (13/4)

DPR RI Dorong Skema Khusus Percepatan Infrastruktur Bali, Usulan Koster Disetujui Pusat

Dalam penanganan, pihaknya menargetkan cakupan vaksinasi massal minimal mencapai 80 persen dari total populasi anjing pada tahun ini. “Ya minimal kami target vaksinasi mencapai 80 persen,” ucapnya.

Sugiarta juga mengungkapkan, kasus gigitan anjing di Jembrana rata-rata mencapai sekitar 500 kasus per bulan, baik yang terkonfirmasi negatif maupun positif rabies. Sepanjang Januari hingga 13 April 2026, tercatat sebanyak 21 kasus gigitan anjing positif rabies yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana.

“Berdasarkan data, estimasi populasi anjing di Jembrana pada tahun 2025 mencapai 41.625 ekor.  Untuk populasi anjing tahun 2026, sesuai estimasi di lapangan sekitar 40.400 ekor,” jelasnya.

Tumpah Ruah Masyarakat Hadiri Festival, Jadi Simbol Harmoni Multikultural di Kawasan Bedugul

Terkait ketersediaan vaksin, Sugiarta mengaku, saat ini stok di Kabupaten Jembrana mencapai sekitar 12.400 dosis. Kebutuhan vaksin, kata Sugiarta, telah ditangani oleh pemerintah provinsi sehingga dinilai mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi tahun ini.

“Selain itu, dukungan operasional juga diperoleh dari APBD II yang menyediakan sekitar 5.000 dosis vaksin tambahan,” pungkasnya. TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *