Kayu Hutan Raksasa Dibawa Banjir Bandang Penuhi Tegalan Warga Banjar Anyar Kelod

Persindonesia.com Jembrana – Pasca banjir bandang beberapa waktu lalu disepanjang sungai Bilukpoh menyisakan begitu banyaknya kayu yang ikut hanyut, bahkan tidak tanggung-tanggung diameter kayu yang hanyut saat banjir bandang sangat besar. Seperti halnya seorang warga Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo menemukan kayu hutan raksasa di tegalan milik warga.

Pantauan awak media dilapangan pada hari Minggu 23 Oktober 2022, kayu raksasa tersebut tidak diketahui jenisnya oleh warga. Kayu tersebut memenuhi areal kebun warga dipinggir sungai Bilukpoh. Selain kayu raksasa tersebut, juga ditemukan beberapa kayu yang berdiameter cukup besar lainnya si sekitaran kebun warga.

Agar Anak SD dan TK Bisa Bersekolah, Warga Gelar Bangun Jembatan Darurat

Menurut penuturan Kelian Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan I Kadek Winastra, kayu raksasa tersebut diketahui setelah banjir mereda. Dirinya mengaku sudah sempat ada rapat di desa terkait penanganan kayu-kayu tersebut. “Warga kami mengusulkan agar kayu yang hanyut saat banjir diberikan kepada warga korban terdampat banjir bandang,” terangnya.

Beberapa waktu lalu Kepala KPH Bali Barat Agus Sugianto saat dikonfirmasi awak media setelah pertemuan dengan Ketua KPH di masing-masing wilayah di Jembrana mengatakan, karena ini merupakan bencana banjir bandang, tentu mekanismenya SOP penanganan bencana alam dan bukan lagi sector kehutanan. Jumat (21/10/2022).

Dinkes Denpasar Sidak Apotek dan Toko Obat Denpasar

“Dalam hal ini mungkin bisa ditangani oleh desa dan dikordinir oleh pihak desa untuk dikumpulkan dan dijual dan hasilnya dibagikan ke warga yang terdampak bencana. Ini bukan lagi ranah kami sebagai petugas kehutanan bahwa ini kayu hutan dan kayu kebun karena kayu tersebut dibawa oleh banjir, ini bukan kasus illegal logging,” pungkasnya.  (Sur)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *