Kehabisan Bekal dan Tanpa KTP, 10 Orang Anak Jalanan Diamankan Satpol PP Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Sebanyak 10 orang anak jalanan kedapatan kehabisan uang mereka berhasil diamanakan Satpol PP Jembrana di Pasar Melaya. Saat diamankan mereka sedang habis mandi di toilet pasar. Mereka juga mengaku saat diamnkan hendak menuju Kabupaten Gianyar untuk nonton sepak bola dengan mengatasnamakan diri Bonek (Bondo Nekat) Surabaya.

Mereka berhasil diamnakan sekitar pukul 8.30 wita oleh Satpol PP Kecamatan Melaya dan langsung di bawa ke Kantor Satpol PP kabupaten. Selain mengamankan 10 orang anak jalanan, petugas juga berhasil mengamankan seorang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang diamankan oleh Satpol PP Kecamatan Pekutatan dengan tanpa identitas.

Polri Ungkap 2 Kasus Penghimpunan Dana Ilegal Kerugian Warga Hingga Triliunan

Salah satu anak jalanan bernama Aren Firmansyah (17) berasal dari Kecamatan Balonggendo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim mengaku, dirinya berencana ke Gianyar nonton bola. “Sekarang uang saya habis hanya membawa bekal 100 ribu tak kirain cukup,” terangnya.  Jumat (28/1/2022).

Dirinya baru pertama kali datang ke Bali, dan juga pertama kali ketangkap. “Dari Surabaya saya bersama teman-teman naik bus sesampai di Pelabuhan Ketapang kami naik truk dengan membayar 10 ribu untuk 2 orang, akan tetapi, kami diturunkan oleh sopir truk di Pasar Melaya,” ucapnya.

Poryek di Kawasan Lippo Karawaci diduga Telan Korban Jiwa

Kasi Keamanan Ketertiban I Putu Agus Yuliantara saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 11 orang anak jalanan yang diduga supporter sepak bola dengan mengatasnamakan diri Bonek (Bojo Nekat) Surabaya.

“Dari 11 orang tersebut 1 merupakan seorang ODGJ yang berhasil diamankan oleh petugas kita yang ada di Kecamanatan Pekutatan. Mereka dikumpulan di Kantor Satpol PP Jembrana. Kita juga sudah melaporkan kepada Dinas Sosial Kabupaten dan menunggu untuk dipulangkan,” terangnya.

Terbukti Bersalah, Randy Dipecat Dari Anggota Polri

Mereka diamankan petugas kecamatan, lanjut Agus, saat setelah mandi di toilet Pasar Melaya, mereka menginap disana. Sebelumnya menurut pengakuan mereka, dari Surabawa menerka naik bus dan sampai di Pelabuhan Ketapang naik truk dengan banyar ongkos sebesar 19 ribu 2 orang. 10 orang tersebut hanya 2 orang membawa Kartu Penduduk (KTP).

“Setelah ada informasi dari Dinas Sosial Jembrana, kita akan pulangkan. Dikarenakan uang mereka sudah habis, takutnya untuk menyambung hidup selama di Bali, mereka melakukan tindakan kriminal, oleh sebab itu kita akan segera pulangkan sampai menyebrang ke Banyuwangi. Kita sudah MOU dengan Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, kita estapet nanti petugas disana akan menjemput di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *