Persindonesia.com Jembrana – Terkait video amatir yang beredar di media sosial, memperlihatkan adanya air di deck dan kamar mesin saat mulai pelayaran dari Ketapang.

Hal tersebut di benarkan oleh korban penumpang KMP Yunicee bernama I Ketut Budi Astrawan berasal dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Singaraja. Dirinya mendatangi Pos Sar Terpadu Pelabuhan Gilimanuk untuk meminta pertanggung jawaban kerugian yang dideritanya. Jum’at (02/07).
“Awalnya pada saat itu, saya masuk ke kapal menaiki truk bersama anak perempuan saya yang berumur 13 tahun ke atas deck kapal. Pada saat itu ada teman saya dari Jawa Tengah masuk membawa truknya ke kapal, dia menceritakan bahwa sudah ada air laut masuk di bawah, kapal tersebut diduga bocor akan tetapi kapalnya lanjut berlayar,” terangnya.
Ny Putri Koster : Ibu Garda Terdepan Penuhi Gizi Keluarga
Saat kapal tenggelam dirinya sibuk menyelamatkan anaknya dan mengambil baju pelampung sendiri yang berserakan di bawah untuk anaknya. “Pada saat darurat, sama sekali tidak ada pengumuman emergency dari pihak kapal. Saat itu saya memegang anak saya, dan diikuti oleh 2 orang yang ikut memegang tubuh saya, dikarenakan mereka tidak dapat pelampung,” ucap Budi.
Dalam hal ini dirinya sangat dirugikan, dan berniat mencari jalur hukum. “Hari ini saya kesini untuk mempertanyakan ganti rugi mobil truk saya. Biasanya kalau di Jasa Raharja uang ganti rugi keluar agak lama saya tidak mau seperti itu, apa yang saya makan nanti ?, saya minta kejelasan saja,” ucapnya.
Briptu Wahyuni Nainggolan Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Terhadap 30Anak
Menanggapi keluhan korban Ketua Gapasdap (Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan) Khoiri Soetomo, mengusahakan agar korban mendapatkan ganti rugi. “Kerugian mungkin sekitar dua minggu sampai sebulan, dikarenakan ada proses pengecekan nilai mobil harus disesuaikan. Bukan harga saat beli, tapi harga pasarannya,” uraiannya.
Pihaknya berterima kasih dan memohon maaf terkait kejadian tersebut. “Atas nama keluarga besar Gapasdap turut berbela sungkawa terhadap keluarga korban KMP Yunicee yang meninggal,” tutupnya.
(ida/sub)






