Persindonesia.com Jembrana – Informasi yang beredar di media sosial terkait ongkos tukang pembuat Jamban (WC) belum dibayarkan oleh pihak Desa Batuagung, hal tersebut mendapat tanggapan langsung oleh Kepala Desa Batuagung I NYoman Sudarma.
Bantuan Jamban tersebut merupakan bantuan langsung yang diduga dari Kementrian Kesehatan RI. Diketahui, bantuan pembuatan jamban tersebut mendapat anggaran sebanyak 100 juta rupiah yang pencariannya dibagi menjadi 2 tahap.
Ibu Kandung Wartawan Korban Penyiraman Air Keras, Minta Polisi Tangkap Otak dan Dalangnya
Untuk tahap pertama pencairan mencapai 70 persen, hal tersebut diperuntukan untuk bahan pembangunan, sedangka lagi 30 persen untuk ongkos tukang belum keluar. Disini kelihatan Kementrian Kesehatan RI masih nunggak lagi 30 persen.
Saat dikonfirmasi awak media, Perebekel Desa Batuagung I Nyoman Sudarma mengatakan, terkait pembangunan bantuan jamban memang sudah selesai, akan tetapi pihaknya masih mempunyai tunggakan dana ongkos tukang yang belum terbayarkan sampai hari ini.
Serangan Membabi Buta Mengakibatkan Dedi Rahman, Meninggal Dunia.
“Ongkos tukang belum dibayarkan, dikarenakan dananya masih belum keluar dari Kementrian Kesehatan RI pusat. Kami masih menunggu dana tersebut, agar segera kami bisa bayarkan ongkos tukang,” ujarnya
Desa Batuagung, lanjut Sudarma, mendapatkan bantuan jamban sebanyak 15 unit dimana Desa Batuagung terdapat 9 Banjar Desa Adat. Masing-masing banjar mendapatkan 1 atau 2 unit jamban. hal tersebut diperuntukan warga yang tidak mampu dan belum mempunyai toilet.
“Ongkos tukang yang belum terbayarkan sebanyak 30 persen lebih jelasnya lagi 30 juta, itu pembayaran tahap ke 2. Dananya belum keluar dari pusat sampai sekarang, saya kasian kepada tukang yang mengerjakan pembangunan jamban tersebut,” terangnya.
Bupati Kabupaten Tulang Bawang Adakan Do’a Bersama Secara Virtual
Sementara itu, Sekdes Desa Batuagung IB Eka Sudiarta mengatakan, untuk anggaran jamban sebanyak 100 juta rupiah. Untuk pencairan dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama pencairan sebanyak 70 persen yaitu 70 juta rupiah diperuntukan hanya bahan bangunan.
“Untuk tahap kedua pencairan sebanyak 30 persen dengan uang sebanyak 30 juta itu belum cair, itu diperuntukan untuk ongkos tukang yang bekerja selama 5 hari. Masing-masing unit ongkos tukang sebanyak 2 juta rupiah, bekerja sebanyak 5 orang, 2 orang tukang dan 3 orang pekerja. Yang tahap pertama dananya sudah masuk ke rekening desa sebanyak 70 juta dari Kementrian Kesehatan RI,” ungkapnya.
13 Kecamatan Terdampak PPKM Darurat di Tangerang Banten Mendapat Bansos Kemensos
Lebih lanjut Eka mengatakan, pembangunan jamban tersebut hingga saat ini sudah selesai semua hanya nunggu ongkos tukang saja. “Saat pembangunan tersebut selesai, kami di desa sudah memikirkan dana talangan untuk membayar ongkos tukang tersebut, melalui dana dari Bumdes. Hingga beritanya heboh di medsos, kami tidak berani memberikan dana talangan takut dikira ada apa-apanya, jadinya kami hanya bisa menunggu dana tahap kedua cair dari pusat,” tututpnya. (Sb)






