Surabaya,Persindonesia,- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendapat kesempatan memberikan kuliah umum dengan tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Strategi Penangganan COVID-19” (Stadium General) di Gedung Balaiurang Jendral Rudini Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Jatinangor – Jawa Barat.
Secara online dan hybrid dihadapan ratusan mahasiswa IPDN mantan Menteri Sosial menyampaikan untuk mendongkrak serta mendorong keterlibatan peran serta semua elemen strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19 diperlukan langkah strategis seorang Pemimpin Daerah.
“Saya mengibaratkan fungsi seorang Pimpinan itu laksana nahkoda kapal yang harus mengetahui dengan tepat kemana tujuan kapal berlayar, keadaan mesin, keadaan penumpang, kondisi gelombang, dan arah angin, maka nahkoda kapal ibarat seorang pemimpin daerah yang harus mengetahui segala kondisi disetiap wilayahnya, kapan seorang kepala daerah harus mengambil keputusan dan kebijakan ditengah pandemi COVID1-9 yang berdampak terhadap 215 negara di dunia,” kata Khofifah (sumber dari EDITOR.id)
Khofifah mencontohkan diwilayahnya menetapkan tagline pemulihan pada 2021 mewujudkan Jatim Bangkit, dengan team work Jatim Bangkit yang kuat dan solid dimana team tersebut ada Gubernur, Kapolda, Pangdam, bergotong royong mempercepat pemulihan ekonomi, sektor yang menjadi prioritas adalah :
1. Pemulihan Ekonomi
2. Pembangunan Manusia
3. Penyediaan Lapangan Pekerjaan
4. Pengentasan Kemiskinan di tengah pandemi COVID-19.
Khofifah menyebut saat ini yang tepat adalah pembangunan suatu daerah harus dilakukan secara asimetris karena beda kultur atau sub kulturnya, beda lingkungan strateginya serta beda lokal wisdomnya, sehingga tidak bisa menggunakan pendekatan simetris.
Pemprov Jatim terus mendorong untuk bangkitnya sektor UMKM sebagai backbone perekonomian di Jatim karena saat ini kontribusi UMKM sudah mencapai 56,94 persen dari PDRB Jatim.
Pemprov Jatim menyediakan anggaran sekitar Rp 454,26 milliar digunakan sebagai penguatan lembaga, fasilitas pemasaran, penguatan akses pembiayaan, penguatan produksi restrukturisasi usaha serta penguatan sumber daya manusia (SDM) KUKM.
“Alhamdulillah capaian Vaksinasi berdasarkan dashboard Kemenkes bahwa Jatim selalu mencapai tertinggi, yakni tercatat 1,8juta orang sudah di vaksinasi, kami akan trus meningkatkan vaksinasi terhadap para lansia dan guru untuk persiapan pembelajaran sekolah tatap muka pada bulan Juli, kami bersyukur tadinya zona merah sekarang berangsur-angsur menuju zona orange lanjut kuning semoga segera masuk zona hijau,” ungkapnya (sumber dari EDITOR.id)
Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo M.M, mengatakan “IPDN merupakan sekolah kedinasan yang merupakan komponen dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) maka untuk memberikan refrensi kepada para praja sesuai dengan tiga fungsi yakni akademis, vokanis, maupun profesi berlandaskan teoritik, kami memilih Gubernur Jatim menjadi Nara Sumber dalam kuliah umum ini”.
Selain Gubernur Jatim yang menjadi Narsum dalam kuliah umum dihadapan ratusan IPDN juga ada Gubernur Kalimantan Utara Drs, Zainal A. Paliwang, Walikota Medan Boby Nasution, Walikota Minahasa Utara Joune JE Ganda dan Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi. (Tim-anangtakim)





