Persindonesia.com Jembrana – Salah satu penumpang selamat dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Bejo Santoso (52), warga Ceruring, Banyuwangi, mengungkapkan detik-detik mencekam saat kapal yang ditumpanginya tenggelam hanya dalam waktu tiga menit.
Bejo merupakan salah satu penumpang yang pertama dievakuasi karena berada di sisi kapal dan bisa langsung melompat ke laut. “Yang bisa loncat duluan itu yang selamat. Kalau yang di dalam, saya tidak bisa jamin, karena dari posisi kapal mulai miring sampai tenggelam hanya tiga menit,” ujarnya saat ditemui usai di Ruang VIP ASDP Gilimanuk, Kamis (2/7/2025).
Menurut Bejo, tidak ada alarm ataupun pengumuman dari kru kapal sebelum kapal miring dan tenggelam. “Tidak ada peringatan. Tiba-tiba kapal miring, dan dalam waktu singkat langsung tenggelam. Tidak sampai tiga menit,” katanya.
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 4 Orang Tewas dan Puluhan Masih Hilang
Saat kapal mulai miring, Bejo mengaku melompat bersamaan dengan penumpang lainnya. “Kami semua panik, loncat bersamaan, hanyut terbawa arus. Ada juga beberapa ABK yang melempar pelampung ke arah penumpang,” kenangnya.
Ia menuturkan, di atas kapal terdapat dua perahu karet yang hanya bisa menampung sebagian kecil penumpang. Selebihnya harus bertahan dengan pelampung biasa. “Suasana sangat kacau. Banyak yang terinjak-injak karena semua ingin menyelamatkan diri,” kata Bejo.
Tragisnya, Bejo menyaksikan dua pasangan suami istri yang terpisah saat mencoba menyelamatkan diri. “Ada satu pasangan yang istrinya belum ditemukan. Pasangan lainnya, sang istri ditemukan, tapi lokasinya jauh terpisah dari suaminya,” katanya dengan nada getir.
Diduga Alami Kebocoran KMP. Tunu Pratama Jaya Terbalik dan Hanyut di Selat Bali
Bejo sendiri mengaku terombang-ambing di laut selama hampir lima jam sebelum akhirnya diselamatkan nelayan pada pukul 05.30 Wita. Ia menyebut dirinya sudah berada di laut sejak pukul 00.30 Wita, tepat saat kapal tenggelam.
Yang paling mengharukan, kata Bejo, adalah saat dirinya terpaksa mengikat jenazah salah satu penumpang lain ke pelampung agar tidak hanyut. “Sekitar pukul 03.00 Wita, saya sempat membawa jenazah penumpang lain, saya ikatkan ke pelampung agar bisa ditemukan,” ujarnya.
Bejo juga menyebutkan, ada ibu-ibu dan anak yang sedang tidur di dalam kapal saat insiden terjadi. Namun, hingga kini ia belum mengetahui nasib mereka.
Sementara sampai saat ini jumlah penumpang KMP Tanu Pratama Jaya yang berhasil diselamatkan sebanyak 35 orang dari 53 penumpang yang sesuai data manifes ditambah 22 kru kapal, 4 orang diantaranya meninggal dan sisanya selamat. Sedangkan 40 orang lagi belum diketahui keberadaannya.
Resmikan Gedung Baru UT, Gubernur Koster Minta Sukseskan Program 1 Keluarga 1 Sarjana
Pantauan awak media di Posko Gilimanuk, keluarga korban terus berdatangan menanyakan sanak saudaranya yang hingga kini masih tidak tahu keberadaannya. Sementara Tim SAR Gabungan saat ini membagi 2 Posko, yang didirikan di RSU Negara dan di Pelabuhan Gilimanuk
Informasi dari RSU Negara hingga saat ini ada total ada 6 orang korban penumpang kapal yang sudah diterima. Masing-masing 2 orang selamat sudah dipulangkan ke Gilimanuk. sedangkan 4 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Dari 4 korban meninggal dunia, 2 orang diantaranya sudah dikenali identitasnya empat korban meninggal dunia masing – masing 2 Laki laki dan 2 perempuan
Jadi, total sementara ada 4 kantong jenazah korban penumpang kapal sampai saat ini masih berada di kamar jenazah RSU Negara Jembrana. Ts






