Persindonesia.com Jembrana – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana resmi mengukuhkan struktur kepengurusan di lima Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jembrana untuk masa bakti 2025-2030. Dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK), Minggu (4/1/2026), dua sosok newcomer resmi muncul sebagai ketua wilayah.
Dua wajah baru yang memegang tongkat komando tersebut adalah I Putu Bayu Arbawa sebagai Ketua PAC Negara dan I Gede Susrama Wijaya sebagai Ketua PAC Melaya. Keduanya menggantikan pengurus lama yang kini dipromosikan ke struktur DPC.
Sementara itu, untuk posisi Ketua PAC Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan, PDIP masih mempercayakan jabatan tersebut kepada jajaran petahana atau incumbent.
Alit Darmana Resmi Nahkodai Reskrim Polres Jembrana
Sekretaris DPC PDIP Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menegaskan bahwa penyusunan struktur ini tidak dilakukan sembarangan. Pihaknya memastikan adanya ruang luas bagi perempuan dan generasi muda.
“Untuk komposisi pengurus di setiap kecamatan, kita pastikan keterwakilan perempuan dan anak muda mencukupi porsi 30 persen,” tegas Sri Sutharmi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jembrana tersebut di lokasi.
Pasca pelantikan pengurus tingkat kecamatan, PDIP Jembrana tancap gas melakukan konsolidasi ke tingkat bawah. Agenda selanjutnya adalah Musyawarah Ranting yang akan menyasar 51 desa/kelurahan di seluruh Jembrana.
PDI Perjuangan Jembrana Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD
“Nanti prosesnya sama. Demisioner untuk kepengurusan lama dan terpilih, baru nanti dilantik kepengurusan yang baru,” imbuh Sri Sutharmi. Rencananya, Musyawarah Ranting ini akan digelar serentak pada 25 Januari mendatang.
Pesan Kembang Hartawan: Jadi Otot, Mata, dan Otak Partai
Di sisi lain, Ketua DPC PDIP Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan instruksi khusus kepada para pengurus yang baru dilantik. Kembang meminta seluruh kader mengimplementasikan ajaran Bung Karno dalam kerja politik di akar rumput.
Kembang menekankan tiga peran utama yang wajib dimiliki setiap kader, yakni menjadi otak, mata, dan otot partai.
“Kader harus bisa menjadi matanya partai untuk melihat dinamika politik masyarakat, menjadi otak yang berpikir tentang kemajuan daerah, dan yang paling penting menjadi otot partai untuk bekerja keras hadir di tengah rakyat,” kata Bupati Jembrana ini.
Ia juga mengingatkan agar kader tidak hanya menampakkan diri saat momentum pemilihan atau saat membutuhkan suara saja.
“Sesuai pesan Bung Karno, kader harus ada di mana rakyat menangis dan tertawa. Kita harus hadir bukan hanya saat butuh suara. Tapi saat rakyat sedang susah dan senang, di sanalah PDI Perjuangan harus hadir,” pungkasnya.






