Persindonesia.com Jembrana – Korban rumah roboh yang menimpa warga Banjar Tegalasih, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana bernama I Komang Arta 67 tahun yang terjadi pada hari Sabtu 10 September 2022 hingga sampai hari ini masih menempati tenda milik Tagana Dinas Sosial Kabupaten Jembrana. Warga tersebut sudah menempati tenda selama 1 bulan dan belum mendapatkan bantuan bedah rumah yang sudah diajukan sebelumnya.
Saat dikonfirmasi awak media, Perebekel Batuagung I Nyomang Sudarma mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengajukan proposal bantuan ke daerah dan juga ke provinsi akan tetapi sampai saaat ini belum mendapat tanggapan. “Proposal sudah masuk ke daerah dan provinsi hanya tinggal kita menunggu saja. saya berharap pihak pemerintah daerah maupun provinsi memberikan solusi agar secepatnya warga kami mendapat bantuan,” terangnya. Selasa (11/10/2022).

Cak Wiedi Bicara Tentang Capres 2024
Sementara menurut Kelian Banjar Tegalasih I Komang Suriawan mengatakan, sebelumnya sudah banyak pejabat daerah aupun pihak kepolisian juga sudah datang menjenguk korban dan diputuskan korban akan mendapatkan bantuan bedah rumah yang akan diajukan ke Dinas PU jembrana melalui desa. “Menurut dinas kemarin, korban tidak tercatat keluarga miskin sehingga korban tidak mendapatkan bantuan bedah rumah,” ujarnya.
Menurutnya, korban hanya mempunya kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtra) akan tetapi kartu merah di kabupaten korban tidak punya, dinas meminta hanya kartu merah untuk bisa mendapatkan bantuan, korban hanya bekerja serabutan. Saya berharap pemerintah bisa segera memberikan bantuan dikarenakan sampai saat ini korban masih tinggal di tenda dan belum bisa membangun rumahnya,” jelasnya.
Forkopimda Bali Sambut Kedatamgan Kapal Latih KRI Bima Suci -945
Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, setelah kemarin status korban di cek oleh Dinas PU ternyata, korban tidak terdaftar sebagai keluarga miskin agar mendapatkan bedah rumah. “kami sudah usulkan ke Provinsi Bali juga agar cepat mendapatkan bantuan sehingga korban bisa membangun rumahnya. Mudah-mudahan cepat terealisasi. Bantuan yang lain yang kami ajukan sudah cair duluan seperti kebakaran di LC yang berbentuk uang,” ucapnya.
Agus juga menjelaskan, terkait besarnya stimulan yang akan didapatkan dari bantuan provinsi itu tergantung hasil pengecekan kerugian yang dialami oleh korban. “Nanti yang mengecek total kerugian itu dari provinsi, keputusannya juga dari saya kita hanya mendampingi saja,” pungkasnya. Sur






