KPU Bali Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2024 di Klungkung

Klungkung,PersIndonesia.Com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Bali serta Bupati-Wakil Bupati Klungkung, bertempat di TPS 3 Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, pada Sabtu (19/10/24).

Kegiatan simulasi dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Pj Gubernur Bali yang diwakili Kaban Kesbangpol Provinsi Bali Dewa Putu Mantera, Pangdam IX Udayana diwakili Pabandya Gal Kodam IX Udayana Mayor Dimotius ME, Danrem 163/WSA diwakilkan oleh Dandim 1610 Klungkung Letkol Inf Armen, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketua KPU se-Provinsi Bali, serta undangan terkait lainnya.

Baca Juga : Dilaporkan ke Bawaslu Bali, Ini Tanggapan Ketua KPU Jembrana

Adapun rangkian simulasi Pemungutan Suara di TPS 03 Desa Getakan antara lain pendaftaran pemilih, penyediaan dan pengisian surat suara, pemungutan suara, penghitungan suara, serta rekapitulasi suara.

Ditemui seusai kegiatan, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan menyampaikan dipilihnya Desa Getakan sebagai tempat simulasi karena untuk memudahkan melakukan koordinasi. Selain itu Desa Getakan suasananya tenang dan tempatnya tidak menganggu aktifitas lainnya.

“Nah setelah kami rapat, untuk teknis dan tempatnya dipilih di Desa Getakan. Sebenarnya dimana saja oke”, ujar Lidartawan.

Menurutnya, kegiatan simulasi ini dilakukan untuk betul-betul mencari detail-detail permasalahan yang mungkin nanti bisa muncul yang bisa kita antisipasi. Ini sudah dilakukan di tingkat Nasional 2 kali dan direncanakan sebanyak 3 kali.

Sementara kami ditingkat Provinsi Bali melakukan simulasi hanya 1 kali. Dan ini sudah berdasarkan surat perintah langsung, cuman dalam pelaksanaannya disini tanpa Si Rekap karena Si Rekap masih dalam proses aktivasi dan pengembangan.

“Nanti setelah kami melalui Divisi Teknis yang mengurus Si Rekap rapat di Jakarta baru dibuat pada masing-masing Kabupaten/Kota. Semua ini sebagai antisipasi dan tolak ukur pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara”, ujar Ketua KPU Bali.

Terkait jumlah warga yang terlibat dalam simulasi, Ia menyampaikan jumlahnya sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) aslinya sebanyak 563 orang, tetapi kita tambahkan pemilih tambahan dari luar hingga totalnya 600 orang.

Pemilih tambahan kami libatkan dalam simulasi, agar nantinya jika ada pemilih yang tidak memilih atau ada pemilih baru yang menggunakan KTP proses pengisiannya supaya jelas.

“Dengan penerapan metode OMR dan OCR, mudah-mudahan proses pemungutan serta penghitungan suara tak ada kendala. Kita kedepankan penyelesaian masalah di Bali secara profesional”, tegasnya.

Baca Juga : Pemasangan APS dan APK Membludak, Kesbangpol Klungkung Minta Pertegas Aturan

Disisi lain, Ketua KPU Klungkung, I Ketut Sudiana sangat mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan simulasi yang dilakukan di Kabupaten Klungkung ini. Menurutnya dengan ini pihaknya bisa merencanakan dari awal, baik dari pembukaan TPS hingga berakhirnya proses pemungutan suara bisa diketahui durasi dan kekeliruan apa yang dilakukan KPPS.

Selain itu PPK yang ada juga nantinya bisa melakukan Bimtek dan koordinasi terhadap petugas KPPS dalam pelaksanaan tugas nantinya.

“Sehingga dalam bekerja nantinya petugas KPPS bisa maksimal sesuai pola-pola atau aturan Juknis yang ada”, jelasnya.

Disingung terkait sistem kerja dalam Pilkada Sudiana mengatakan dengan menerapkan 2 metode tentunya sangat meringkan. Selain itu dalam Pilkada hanya ada 2 kartu suara.

“Walaupun pemilihnya bertambah dibandingkan dengan Pemilu yang lalu, dipastikan kurang lebih di jam 1 Siang mudah-mudahan prosesnya seleaai”, pungkasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *