PERSINDONESIA.COM – Sebagai bentuk komitmen, ketulusan, dan perhatian nyata untuk mendukung kerukunan beragama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung meluncurkan Program “Satria Peduli” untuk Rohaniwan Lintas Agama. Peluncuran secara resmi dilakukan oleh Bupati Klungkung, I Made Satria bertempat di Taman Yadnya, Banjar Losan, Desa Takmung, Klungkung, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Klungkung, I Made Satria menegaskan bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah ini tidak akan berhenti di sini, melainkan akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Program ‘Satria Peduli’ adalah bukti kehadiran dan ketulusan pemerintah daerah dalam memperhatikan para tokoh agama.
Baca Juga : Peringatan Harkitnas ke-118, Bupati Satria Ajak Jajaran Perkuat Solidaritas dan Literasi Digital
“Kami ingin memastikan seluruh umat beragama di Klungkung merasakan dukungan yang merata dan inklusif,” ujar Bupati Satria.
Program “Satria Peduli” memiliki arti Sinergi Tri Kerukunan Antar Umat dan Penguatan Dukungan Pemerintah terhadap Lintas Agama. Melalui program ini, pemerintah daerah memberikan dukungan berupa punia (bantuan/insentif) yang disalurkan setahun sekali kepada para rohaniawan dari seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Klungkung.
Sementara Kepala Badan Kesbangpol Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara menjelasakan, sebagai tahap awal, program ini menyasar para pemuka agama. Lanjutnya, untuk sulinggih yang telah terdaftar di Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung sebanyak 189 orang.
Kemudian para rohaniawan dari lintas agama lainnya yang akan disalurkan melalui organisaai resmi agama yang ada di Kabupaten Klungkung.
Baca Juga : Peserta Aktif JKN di Klungkung Capai 94,94 Persen, Pemkab dan BPJS Genjot UHC Berkualitas
“Dengan sinergi Tri Kerukunan Antar Umat Beragama ini, kita berharap dapat memperkokoh tali persaudaraan, menjaga kondusifitas daerah, serta menguatkan fondasi spiritual masyarakat Klungkung demi pembangunan daerah yang harmonis untuk mewujudkan klungkung yang Maju Harmonis Tentram dan Makmur (Mahottama)”, ungkapnya. (*)






