Persindonesia.com Jembrana – Menjelang Hari Raya Nyepi, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup sementara pada Sabtu, 29 Maret 2025, sekitar pukul 05.00 wita. Penutupan ini dilakukan seiring dengan prosesi pengarakan ogoh-ogoh saat malam pengerupukan Nyepi. Dampak dari kegiatan tersebut diperkirakan akan memicu kemacetan arus mudik di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema antisipasi bagi pemudik yang terlambat menyeberang. Salah satunya dengan menyiapkan 20 hingga 30 masjid di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang terpaksa menunggu hingga Nyepi usai.
“Untuk mengantisipasi penumpang yang terlambat menyeberang, kami terus berkoordinasi dengan Pos Terpadu ASDP di Pelabuhan Gilimanuk. Dari data reservasi yang masuk, jika ada penumpang yang tidak terangkut, kami langsung siapkan kantong-kantong parkir,” ujar Endang, saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).
Gubernur dan Kapolda Bali Lepas 1300 Pemudik Gratis Jelang Idul Fitri 2025
Endang menambahkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Jembrana untuk menerbitkan surat edaran kepada masjid-masjid di sepanjang jalur nasional. Masjid tersebut akan difungsikan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik selama 24 jam saat perayaan Nyepi.
“Di masjid-masjid itu juga kami siapkan konsumsi, sehingga tidak terjadi penumpukan hanya di areal Gilimanuk. Kita sebar di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk kondisi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk saat ini terpantau masih lancar. Namun, pihak kepolisian telah menyiapkan skenario jika terjadi lonjakan kendaraan. Jalur buffer zone akan diberlakukan dengan mengarahkan kendaraan ke Gang 1 hingga Gang 4.
Adu Bogem Antar Warga Sumba di Kuta Selatan Gegara Transaksi Sepeda Motor Lewat FB
“Kalau terjadi peningkatan, kita langsung kerahkan petugas di tiap Pos Pengamanan untuk mulai mengantongi kendaraan besar maupun kecil. Mereka akan diarahkan beristirahat sejenak sampai arus di pelabuhan kembali normal,” jelas Endang.
Endang juga mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, terutama di jalur Denpasar-Gilimanuk yang rawan akibat cuaca ekstrem belakangan ini. Meski kondisi jalan nasional sudah diperbaiki dan lubang-lubang telah ditambal, risiko pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan lebat masih mengintai.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau dan memangkas pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang,” tutupnya. TS






