Bangli,PersIndonesia.Com- Dalam rangka memberikan pelayanan bagi masyarakat terhadap situasi yang bersifat darurat (emergency), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangli pada saat hari Raya Nyepi tahun Caka 1947 menyiagakan sebanyak 133 petugas medis. Dan ini merupakan salah satu bentuk komitmen RSUD Bangli untuk bisa hadir dalam memberi pelayanan.
Direktur RSUD Bangli, I Dewa Gede Oka Darsana menyampaikan petugas yang disiagakan mencakuo dokter, dokter sepsialis, para medis dan tenaga penunjang lainnya. Diakuinya serangkian hari raya Nyepi yang bertepatan dengan Idul Fitri telah dilakukan koordinasi internal.
Karena RSUD Bangli sebagai layanan kesehatan publik maka sepakat tidak mengambil cuti bersama yang seharusnya mulai dari tanggal 24 Maret sampai 7 April 2025. “Kami hanya mengambil libur di tanggal merah saja, sehingga memperpendek waktu berhentinya layanan,” ujarnya.
Baca Juga : DPRD Bangli Gelar Paripurna Penyampian Rekomendasi LKPJ Bupati 2024
Dan khusus untuk saat hari raya Nyepi dari hasil koordinasi internal, dari 133 tenaga medis yang disiapkan terdiri dari terdiri dari 6 dokter spesialis, 11 dokter umum, perawat, bidan, penunjang sopir, security, gizi dan lainya. Pihaknya juga menyiapkan perlengkapan lain seperti untuk obat-obatan.
Untuk bagian obat-obatan, kami telah melakukan pemantauan dan menerima laporan dari bagian farmasi terkait kertesedian obat apakah masih mencukupi selama liburan ini. “Bagian farmasi kan libur, jadi kami telah mengantisipasi jauh hari, sehingga tidak ada kekosongan obat-obatan dan bahan habis pakai lainnya,” kata Dewa Oka.
Ia juga mengatakan para petugas medis yang disiagakan akan mulai bertugas mulai dari pengrupukan pukul 19.30 Wita sampai hari Ngembak Geni pukul 08.30 Wita pagi hari. Saat hari raya Nyepi mereka stay di rumah sakit dan baru pulang esok paginya. Sedangkan untuk layanan emergency 24 jam penuh, baik saat hari raya Nyepi dan libur lainnya tetap stand by. Sementara layanan yang dibuka saat Nyepi dan liburan adalah UGD, kamar operasi.
Hal ini sebagai bentuk antisipasi kalau ada tindakan–tindakan operasi emergency. Makanya kita buka hanya untuk emergency. Kemudian untuk unit cuci darah disiapkan untuk tindakan cuci darah yang cifo atau emergency. Sedangka untuk cuci darah reguler sudah diatur sedemikian rupa dengan dimajukan 1 hari sebelum hari raya Nyepi dan untuk selanjutnya mengikuti jadwal normal.
Sementara untuk rawat inap tetap seperti biasa, nanti yang lakukan visit adalah dokter yang disiagakan 24 jam. “Jadi yang tutup saat hari raya Nyepi hanya layanan poliklinik, sedangkan layanan lainnya masih bisa kami jalankan,” ungkap Direktur RSUD Bangli, dikonfirmasi, Kamis 27 Maret 2025.
Baca Juga : Bupati dan Direktur RSUD Bangli Terima Kunjungan Rombongan Dokter Asal Jerman
Disisi lain Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Bangli, Sang Kompyang Arie Wijaya juga menambahkan untuk konsumsi para petugas medis yang disiagakan saat hari raya Nyepi telah disediakan pihak RSUD. Selain itu dalam menjalankan tugasnya mereka dibekali surat tugas resmi dari Pemda, terutama bagi petugas yang mengantar pasien rujukan. “Seandainya ada pasien yang memang harus dirujuk, petugas pengantar harus kami bekali surat tugas, mengingat melintasi wilayah lain”, ujarnya.
Terkait penerangan, ia menyampaikan untuk lampu di depan dipadamkan sedangkan untuk pelayanan, UGD tetap menyala, apalagi mengingat ada pasien rawat inap. Dan hal ini telah dikoordinasikan dengan pihak terkait agar pasien rawat inap tetap aman dan nyaman.
Dan selama nyepi yang lalu lalu, untuk pasien yang datang ke RSUD kebanyakan diantar oleh pihak keluarga didampingi prajuru atau pecalang dari Desa setempat. “Dengan tetap membuka layanan darurat kami sebagai Rumah Sakit Pemerintah berupaya memberikan pelayanan terbaik”, pungkasnya. (IGS).






